Jakarta, Otodiva – BAIC Indonesia appears again at IIMS 2026 dengan BJ30 HEV yang kini dibagi ke tiga varian. Ada Type LITE, Type PRIME, dan Type Adventure. Tujuannya sederhana, satu model tapi bisa menjangkau tipe pengguna yang berbeda, dari pemakai harian di kota sampai yang doyan jalan agak jauh dari aspal.
Secara konsep, langkah ini cukup masuk akal. Pasar SUV hybrid di Indonesia masih berkembang, dan tidak semua orang butuh sistem AWD atau fitur off-road. Dengan opsi FWD dan AWD, BAIC mencoba bikin BJ30 terasa lebih fleksibel dan tidak terlalu niche.
Tapi di saat yang sama, ini juga jadi ujian besar. BAIC masih pemain baru, dan membawa SUV hybrid dengan banyak varian berarti konsumen harus benar-benar paham bedanya. Kalau komunikasinya tidak rapi, keunggulan teknis justru bisa bikin bingung.
Read Also: IIMS 2026: Wuling Exion Launched, Electrified Family SUV with Two Technology Options
BAIC BJ30 HEV Dari LITE sampai Adventure, Soal Kebutuhan Nyata

Type LITE jadi varian paling sederhana. Penggerak depan, tampilan lebih bersih, fitur yang dikurangi, tapi justru cocok buat pemakaian harian di kota. Tidak ada panoramic sunroof atau roof rail, yang buat sebagian orang mungkin malah jadi nilai plus karena kabin lebih cepat dingin dan perawatannya simpel.
Naik ke Type PRIME, tampilannya langsung terasa lebih “SUV”. Roof rail, panoramic sunroof, dan tampilan lebih berisi hadir tanpa harus pakai AWD. Interesting, varian FWD ini justru diklaim punya jarak tempuh lebih jauh karena tangki lebih besar. Di atas kertas ini menguntungkan, meski belum tentu jadi pertimbangan utama pembeli.
Type Adventure jelas paling niat. AWD, tujuh mode berkendara, dan aksesori yang bikin tampilannya siap diajak main tanah. Cocok buat yang sering keluar kota atau sekadar pengin SUV hybrid yang terlihat gagah. Tapi realistis saja, seberapa sering fitur off-road ini bakal dipakai?
Performa dan Kecepatan jadi Prioritas BAIC BJ30 HEV
Soal dapur pacu, BJ30 HEV kelihatan serius. Mesin 1.5L turbo dipadu sistem hybrid seri paralel bikin akselerasi 0–100 km/jam tembus 6,9 second. Untuk SUV hybrid, ini cepat. Klaim konsumsi 15,5 km/l dan jarak tempuh sampai 1.000 km juga terdengar ideal buat perjalanan jauh.
Fitur seperti ADAS Level 2, layar besar, dan kabin yang diklaim senyap bikin BJ30 terlihat modern. Secara spesifikasi, BAIC jelas tidak main-main dan siap menantang pemain yang lebih mapan.
Tapi tantangan sebenarnya ada di luar brosur. Konsumen akan menilai dari kenyamanan harian, respon sistem hybrid di macet, sampai layanan aftersales. BJ30 HEV terlihat menjanjikan, tapi reputasinya masih harus dibangun, satu pengalaman berkendara pada satu waktu