Ford Motor Company mengumumkan penarikan kembali lebih dari 850 ribu unit kendaraan di Amerika Serikat akibat potensi kerusakan pada pompa bahan bakar bertekanan rendah. Masalah ini berisiko menyebabkan mesin mati secara tiba-tiba saat kendaraan sedang digunakan.
Informasi ini berasal dari dokumen resmi yang diserahkan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) dan diberitakan oleh Car and Driver pada Jumat, 11 Juli. Penarikan dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menjamin keselamatan pengemudi dan penumpang.
Model kendaraan yang terdampak dalam penarikan ini mencakup beberapa lini populer dari Ford dan merek mewah Lincoln. Di antaranya adalah Ford Bronco, Explorer, dan Lincoln Aviator produksi tahun 2021 hingga 2023.
Tak hanya itu, jajaran truk berat seperti Ford F-250, F-350, F-450, dan F-550 Super Duty juga masuk dalam daftar penarikan. Selain itu, Ford F-150, Mustang, dan SUV mewah Lincoln Navigator keluaran tahun 2021–2022 turut terkena dampaknya.
Ford memperkirakan sekitar 10 persen dari total kendaraan yang ditarik memang memiliki risiko mengalami kerusakan pada pompa bahan bakar tersebut. Kerusakan ini dinilai cukup serius karena dapat menyebabkan mesin mati mendadak saat berkendara, yang tentu membahayakan pengguna.
Meski begitu, Ford menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kecelakaan atau cedera yang disebabkan oleh permasalahan ini. Langkah penarikan ini dilakukan secara proaktif sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan pelanggan.
Ford juga belum mengumumkan secara rinci kapan proses perbaikan akan dimulai dan langkah apa saja yang akan diberikan kepada konsumen. Biasanya, pemilik kendaraan yang terdampak akan dihubungi langsung dan diberikan perbaikan tanpa biaya.
Penarikan massal ini menjadi salah satu yang terbesar yang dilakukan Ford dalam beberapa tahun terakhir dan menyoroti pentingnya kontrol kualitas serta pengawasan berkelanjutan terhadap komponen vital kendaraan, khususnya yang berkaitan dengan sistem bahan bakar.