Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Senin, 12 Oktober 2026 9:57 pm
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    Blibli Rilis Fitur Tukar Tambah Motor Secara Online Langsung dari Rumah

    7 Oktober 2026 5:55 pm

    Wadahi Kreativitas Pemilik, JAECOO Luncurkan Genuine Body Kit Resmi untuk J5 EV

    27 September 2026 9:31 pm

    PETRONAS Syntium Baru Hadir, Bawa Teknologi Para Balap

    26 September 2026 7:42 pm

    Dibintangi Bintang Hollywood, Film Maserati: The Brothers Siap Potret Sejarah Rivalitas Mobil Sport

    7 September 2026 4:21 pm

    Dari Navigasi EV hingga Audio Spasial, Tren Teknologi Digital yang Mengubah Gaya Hidup Modern

    7 September 2026 4:14 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»Roda 4»Tesla Robotaxi Hadir di San Francisco, Mantan CEO Waymo Sebut Belum Pantas Disebut Mobil Otonom
Roda 4

Tesla Robotaxi Hadir di San Francisco, Mantan CEO Waymo Sebut Belum Pantas Disebut Mobil Otonom

Christopher LouisBy Christopher Louis25 Agustus 2025 3:56 pmTidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
robotaxi
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, OtoDiva – Tesla, produsen mobil listrik milik Elon Musk, baru saja memperluas layanan Robotaxi ke San Francisco Bay Area setelah pertama kali hadir di Austin, Texas. Kehadiran Tesla di wilayah yang juga menjadi markas Waymo, salah satu pionir kendaraan otonom milik Google, langsung menimbulkan perbandingan. Apalagi, publik masih mempertanyakan sejauh mana layanan Tesla ini bisa benar-benar dikategorikan sebagai taksi otonom.

Komentar keras pun datang dari John Krafcik, mantan CEO Waymo. Menurutnya, klaim Tesla masih jauh dari konsep robotaxi yang sesungguhnya, terutama karena keberadaan pengemudi cadangan di dalam mobil. Pandangan ini menyoroti perbedaan pendekatan antara dua perusahaan besar di industri yang sama, dan menegaskan bahwa teknologi kendaraan otonom masih menghadapi jalan panjang sebelum benar-benar matang.

Baca Juga: Penjualan BYD dan Denza Tembus 22.600 Unit, Optimisme di Tengah Pasar Otomotif Lesu

Kritik John Krafcik terhadap Tesla

Krafcik, yang memimpin Waymo dari 2015 hingga 2021 setelah sebelumnya berkarier di Hyundai, menilai Robotaxi Tesla belum memenuhi standar kendaraan otonom. Dalam komentarnya kepada Business Insider, ia menyebut layanan Tesla “hanya meniru pengalaman Uber di Bay Area,” bukan menghadirkan inovasi baru.

Menurut Krafcik, keberadaan pengemudi cadangan atau safety driver jelas menunjukkan bahwa mobil tersebut belum sepenuhnya otonom. Di Austin, Tesla menempatkan penumpang di kursi depan sebagai pengawas, sementara di San Francisco ada pengemudi yang siap mengambil alih kendali jika diperlukan. “Tolong kabari saya ketika Tesla benar-benar meluncurkan robotaxi. Saya masih menunggu,” ujarnya dengan nada skeptis.

Ia juga menambahkan bahwa sulit menyebut layanan tersebut sebagai robotaxi bila masih ada karyawan Tesla yang duduk di balik kemudi. Krafcik sendiri mengaku tidak tertarik untuk mencoba layanan ini, meski Musk menjanjikan akses terbuka bagi publik mulai bulan depan.

Tantangan dan Optimisme Tesla

Dari sisi Tesla, langkah menghadirkan Robotaxi tetap bisa dianggap sebagai progres penting. Meski belum sepenuhnya otonom, layanan ini memberi gambaran awal tentang bagaimana perusahaan ingin membangun ekosistem transportasi masa depan. Elon Musk berulang kali menegaskan bahwa Robotaxi akan menjadi tulang punggung bisnis mobilitas Tesla, bahkan lebih penting daripada penjualan mobil listrik biasa.

Namun, Tesla menghadapi tantangan besar dari sisi regulasi dan teknologi. Berbeda dengan Austin yang punya aturan lebih longgar, California mensyaratkan izin khusus untuk mengoperasikan kendaraan tanpa pengemudi. Hingga kini Tesla belum mengajukan izin tersebut, sehingga wajar jika kehadiran pengemudi cadangan dianggap sebagai bentuk kompromi. Di sisi lain, Waymo dan Cruise (milik GM) sudah lebih dulu mengantongi izin untuk mengoperasikan mobil tanpa pengemudi di San Francisco.

Meski mendapat kritik, Tesla masih punya basis pendukung kuat. Para penggemarnya melihat langkah ini sebagai tahapan penting menuju visi jangka panjang. Jika sistem bisa terus disempurnakan, kehadiran Robotaxi berpotensi menekan biaya transportasi sekaligus mempercepat adopsi teknologi mobil otonom di masyarakat luas.

Kesimpulannya, perdebatan seputar Robotaxi Tesla memperlihatkan dua sisi berbeda dari perkembangan teknologi mobil otonom. Di satu sisi, ada pihak yang skeptis seperti John Krafcik yang menilai layanan ini belum pantas disebut sebagai robotaxi sejati. Di sisi lain, Tesla tetap optimis melihat langkah awal ini sebagai fondasi menuju transformasi transportasi di masa depan.

Apakah Tesla bisa membuktikan diri melampaui kritik dan menghadirkan layanan otonom penuh? Jawabannya mungkin masih butuh waktu. Namun, kehadiran Robotaxi di San Francisco jelas menandai babak baru dalam persaingan teknologi kendaraan otonom antara Tesla, Waymo, dan pemain besar lainnya.

Headline mobil Mobil Listrik News Otomotif Robotaxi Roda 4 Tesla Tesla Robotaxi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleToyota Uji Sistem Penyimpanan Energi dari Baterai Bekas di Pabrik Mazda Hiroshima
Next Article Ferrari Daytona SP3 “599+1” Terjual Rp425 Miliar, Pecahkan Rekor Lelang
Christopher Louis
  • Instagram

Writer at OtoDiva.id & Gizmologi.id | Petrol Head | Motorsports Freak

Related Posts

Blibli Rilis Fitur Tukar Tambah Motor Secara Online Langsung dari Rumah

7 Oktober 2026 5:55 pm

Perkuat Jaringan di Jawa Barat, OMODA & JAECOO Resmikan Dealer ke-43 di Bandung

7 Oktober 2026 5:50 pm

Jawab Kebutuhan Pasar, MyBluebird Hadirkan Layanan Multimoda Terintegrasi

5 Oktober 2026 10:02 am
Leave A Reply Cancel Reply

RSS feed: GadgetDIVA GadgetDIVA
  • Roblox Bagikan Tips untuk Bantu Orang Tua Jaga Keamanan dan Kesehatan Mental
  • Galaxy A27 5G Gaming Package, Paket Lengkap Auto-Booyah di Free Fire!
  • Telkomsel Perkuat Jaringan Broadband di Gelaran MotoGP Mandalika 2026
  • Xiaomi 18 Pro dan Pro Max Global Muncul di Geekbench Bocor Spesifikasi
  • Incar Anak Muda, itel Rilis Jingle Bergenre Hip-Hop di Peluncuran A300+
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.