OtoDiva, Karawang — PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) optimistis kehadiran Mitsubishi New Xforce HEV akan menjadi mesin pertumbuhan baru di segmen SUV kompak. Tak sekadar memperkenalkan teknologi elektrifikasi, Mitsubishi juga membidik penjualan lebih tinggi melalui strategi yang disusun berdasarkan masukan konsumen Indonesia.

Optimisme itu disampaikan Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, Yoshio Igarashi, usai sesi media test drive New Xforce dan New Xforce HEV di Karawang, Jumat (17/7/2026).

Menurut Igarashi, penambahan varian Hybrid Electric Vehicle (HEV) diyakini akan memperluas pasar Xforce sekaligus meningkatkan daya saing Mitsubishi di tengah ketatnya persaingan SUV lima penumpang.

“Sebelumnya penjualan Xforce berada di kisaran 500 hingga 1.000 unit per bulan, tergantung kondisi pasar. Dengan hadirnya varian hybrid, tentu target kami lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya,” ujar Igarashi.

Untuk periode awal setelah peluncuran hingga pertengahan Agustus 2026, MMKSI menargetkan penjualan sekitar 1.000 unit. Target tersebut menjadi tolok ukur awal perusahaan dalam melihat respons konsumen terhadap SUV hybrid pertama Mitsubishi di Indonesia.

Meski belum mengungkapkan target penjualan tahunan secara rinci, Igarashi meyakini hadirnya pilihan varian baru akan memperkuat kontribusi Xforce terhadap penjualan Mitsubishi secara keseluruhan.

Hybrid lahir dari masukan konsumen

Paradiva, keputusan Mitsubishi menghadirkan Xforce HEV ternyata bukan sekadar mengikuti tren elektrifikasi yang tengah berkembang. Model ini lahir dari hasil survei dan evaluasi terhadap kebutuhan konsumen Indonesia sejak Xforce pertama kali diperkenalkan pada 2023.

Executive General Manager Product Strategy Division PT MMKSI Kazuto Azumamenjelaskan, perusahaan secara rutin mengumpulkan masukan dari konsumen, baik yang membeli maupun yang akhirnya tidak memilih Xforce.

Dari hasil survei tersebut, muncul beberapa permintaan yang paling sering disampaikan pelanggan. Di antaranya kehadiran teknologi hybrid, penyempurnaan suspensi, serta penambahan fitur-fitur premium untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.

“Kami terus mendengarkan suara konsumen Indonesia. Semua masukan itu menjadi dasar dalam menyempurnakan New Xforce sehingga kendaraan ini semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” kata Azuma.

Karena itu pula Mitsubishi memutuskan menghadirkan Xforce Hybrid lebih dahulu dibandingkan model lain seperti Xpander Hybrid.

Menurut Azuma, untuk model MPV tersebut perusahaan masih melakukan kajian mengenai potensi pasar dan kebutuhan konsumen sebelum menghadirkan varian elektrifikasi.

Ini Keunggulan Mitsubishi New XForce HEV

Persaingan di segmen SUV kompak kini semakin ramai. Selain merek Jepang yang mulai menghadirkan kendaraan hybrid, produsen asal China juga agresif menawarkan Battery Electric Vehicle (BEV) maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Namun kondisi tersebut justru dipandang sebagai peluang oleh MMKSI. Igarashi menilai New Xforce HEV memiliki keunggulan karena dikembangkan sesuai karakter jalan dan kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia.

Ia berharap kehadiran model hybrid ini mampu meningkatkan pangsa pasar Mitsubishi sekaligus memperkuat posisi merek Jepang di tengah persaingan industri otomotif nasional.

“Kami berharap New Xforce HEV dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan market share Mitsubishi,” ujarnya.

Berbeda dengan Plug-in Hybrid yang membutuhkan pengisian daya dari luar, Mitsubishi memilih menggunakan sistem Hybrid Electric Vehicle (HEV).

Teknologi tersebut memungkinkan baterai terisi secara otomatis melalui mesin dan regenerative braking sehingga pengemudi tidak perlu bergantung pada infrastruktur pengisian daya.

Menurut MMKSI, pendekatan ini dinilai lebih sesuai dengan kondisi Indonesia karena pengguna tetap bisa merasakan sensasi berkendara layaknya mobil listrik tanpa mengubah kebiasaan sehari-hari.

Selain itu, Mitsubishi juga memberikan garansi baterai selama 10 tahun untuk New Xforce HEV. Masa garansi tersebut lebih panjang dibandingkan sebagian besar kompetitor yang umumnya menawarkan garansi delapan tahun.

Sementara mengenai harga baterai pengganti, perusahaan belum mengumumkan angka resminya. Namun MMKSI memastikan biayanya akan kompetitif dan tetap terjangkau bagi konsumen.

Efisiensi jadi nilai jual

Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia Rifat Sungkar menilai teknologi hybrid yang digunakan New Xforce HEV menawarkan keseimbangan antara performa dan efisiensi.

Menurutnya, bobot baterai hybrid yang hanya sekitar 50 hingga 70 kilogram membuat karakter handling mobil tetap ringan sehingga pengalaman berkendara khas Mitsubishi tetap terjaga.

Rifat juga mengungkapkan hasil pengujian jarak jauh yang dilakukan bersama tim Mitsubishi.

Dalam pengujian tersebut, New Xforce HEV mampu menempuh 1.172,7 kilometer hanya dengan satu kali pengisian bahan bakar.

“Capaian itu menunjukkan bahwa teknologi hybrid Mitsubishi tidak hanya efisien, tetapi juga tetap memberikan performa dan kenyamanan berkendara yang konsisten,” tandasnya.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version