Hyundai Motor India Ltd (HMIL) secara resmi menetapkan target inklusivitas baru dengan membidik 20 persen porsi tenaga kerja perempuan pada jajaran eksekutif perusahaan pada 2030. Langkah strategis pabrikan otomotif ini diambil guna memperluas jaringan talenta yang beragam di seluruh lini operasional.
Saat ini, tingkat keterwakilan perempuan di jajaran eksekutif HMIL baru berada di kisaran 8 persen dari total lebih dari 4.000 karyawan. Kendati demikian, sinyal positif terlihat dari proses rekrutmen terbaru tahun 2026, di mana 45 persen dari posisi Management Trainee dan Engineer Trainee berhasil diisi oleh tenaga kerja perempuan.
Kenaikan angka penerimaan talenta muda ini menandakan peningkatan partisipasi perempuan yang cukup signifikan dalam ekosistem kerja perusahaan. Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa tren keterlibatan perempuan terus merambah ke berbagai lini, mulai dari manufaktur, teknik, hingga riset dan pengembangan (R&D).
Selain pada sektor teknis, keberadaan perempuan juga semakin menguat pada ranah operasional lain seperti divisi penjualan, layanan pelanggan, fungsi korporat, hingga posisi kepemimpinan. Hal ini mempertegas komitmen perusahaan dalam meruntuhkan dominasi gender tertentu di industri otomotif.
Direktur Utama dan CEO HMIL, Tarun Garg, menyampaikan bahwa penggabungan beragam perspektif dan latar belakang merupakan kunci utama untuk membangun tim yang solid serta mendorong inovasi. Target keterwakilan eksekutif sebesar 20 persen menjadi pendorong utama bagi perusahaan untuk menciptakan ruang tumbuh bagi setiap individu.
Pihak manajemen menambahkan bahwa strategi jangka panjang perusahaan berfokus pada prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI). Kerangka kerja ini mencakup empat pilar utama: pola rekrutmen yang adil, kejelasan jenjang karir, pelatihan kepemimpinan, serta retensi karyawan perempuan.
Guna mencapai sasaran tersebut, HMIL menerapkan sistem rekrutmen yang seimbang, memperluas jangkauan ke berbagai perguruan tinggi, serta memberlakukan asesmen berbasis kompetensi. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan penempatan talenta perempuan di posisi-posisi kunci berjalan objektif.
Hasil dari kebijakan ini mulai terlihat pada tahun fiskal 2026, di mana angka promosi kenaikan jabatan bagi pekerja perempuan di HMIL menyentuh 23 persen. Pencapaian tersebut disokong oleh akses pelatihan dan program pengembangan kepemimpinan secara berkelanjutan.
