Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Jumat, 28 Agustus 2026 1:37 pm
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    Ofero Stareer 5 Lit Sabet Penghargaan Inspiring Urban Electric Bike 2026

    15 Agustus 2026 7:12 pm

    Mobil Listrik Indonesia, Mana Teknologi yang Paling Tepat?

    7 Agustus 2026 6:41 pm

    Menuju Target Global 2030, Bosch Perkuat Ekosistem Keselamatan Otomotif di GIIAS 2026

    7 Agustus 2026 2:03 pm

    Dorong Standar Keselamatan, Mitsubishi Fuso Beri Sertifikasi 34 Karoseri Nasional

    7 Agustus 2026 2:00 pm

    Sambung Inspirasi di GIIAS 2026, Hyundai Jump School Bekali Pelajar SMK Menuju Perguruan Tinggi

    7 Agustus 2026 1:57 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»Roda 4»Penetrasi ADAS Global Capai 94% pada 2035, China Jadi Penggerak Utama
Roda 4

Penetrasi ADAS Global Capai 94% pada 2035, China Jadi Penggerak Utama

Christopher LouisBy Christopher Louis6 Oktober 2025 2:36 pmTidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
ADAS
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, OtoDiva – Industri otomotif global tengah bergerak cepat menuju era kendaraan pintar. Menurut laporan Counterpoint Research, penetrasi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan kendaraan otonom diproyeksikan naik dari 65% pada 2025 menjadi 94% pada 2035. Dari jumlah itu, kendaraan dengan tingkat otonomi Level 3 ke atas diperkirakan mencapai 24% pada 2035. Angka ini menunjukkan bagaimana mobilitas masa depan akan semakin bergantung pada teknologi kecerdasan buatan untuk keselamatan dan kenyamanan.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh dua faktor utama: peningkatan teknologi dan perubahan preferensi konsumen. Banyak pengguna kini menaruh perhatian lebih pada fitur keselamatan aktif dan kenyamanan berkendara. Selain itu, percepatan inovasi di sektor chip otomotif, sensor, dan software semakin memperbesar peluang adopsi kendaraan otonom, baik untuk kendaraan pribadi maupun layanan robotaxi.

Namun, pertumbuhan cepat ini juga memunculkan sejumlah tantangan. Regulasi terkait ADAS, kesiapan infrastruktur, serta penerimaan masyarakat menjadi faktor kunci yang akan memengaruhi laju adopsi. Beberapa negara masih menekankan prinsip kehati-hatian, termasuk China, yang meski menjadi motor utama adopsi ADAS global, tetap memberi batasan ketat pada uji coba dan peluncuran kendaraan otonom tingkat lanjut.

Baca Juga: GWM Perkenalkan Ora 5, SUV Listrik Penantang BYD Atto 3

China Jadi Pusat Inovasi Mobilitas

China diprediksi akan memimpin perkembangan kendaraan otonom global hingga 2035. Penetrasi ADAS Level 2 ke atas di negara tersebut diperkirakan melampaui 95%. Level 2+ yang memungkinkan pengemudi melepas tangan di jalan tol atau area tertentu dengan tetap bertanggung jawab penuh, menjadi fitur populer di pasar domestik. OEM lokal memanfaatkannya untuk menarik konsumen dengan biaya terjangkau, sementara pengguna merasa mendapatkan nilai lebih dari sisi kenyamanan dan keamanan.

Meski begitu, ADAS sendiri sudah perjalanan menuju Level 3 dan Level 4 tidak semulus yang dibayangkan. Insiden kecelakaan mobil Xiaomi yang menelan korban jiwa, disusul hasil uji coba jalan raya yang memperlihatkan kelemahan merek lokal seperti BYD dan Huawei, mendorong regulator memperketat aturan. Pemerintah bahkan membatasi penggunaan istilah pemasaran seperti “autonomous” dan “smart driving” untuk mencegah klaim berlebihan.

Kondisi ini membuat adopsi Level 3 dan Level 4 berjalan lebih lambat, dengan prediksi hanya 10% kendaraan yang dilengkapi teknologi tersebut pada 2030. Meski demikian, uji coba robotaxi di kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou terus melaju dengan dukungan pemerintah. Armada taksi otonom ini menjadi laboratorium nyata bagi pengembangan teknologi, yang nantinya diperkirakan akan merembes ke pasar kendaraan pribadi.

Tantangan Regulasi dan Prospek Global

China bukan satu-satunya pemain dalam lanskap kendaraan otonom. Amerika Utara dan Eropa juga mencatat pertumbuhan signifikan, meski dengan pendekatan berbeda. Di Amerika, perusahaan teknologi dan otomotif fokus pada integrasi AI dan ekosistem layanan, sementara Eropa lebih menekankan pada aspek regulasi ketat dan standar keselamatan yang tinggi. Dengan demikian, peta global kendaraan otonom pada 2035 kemungkinan akan dipengaruhi oleh variasi kebijakan antarwilayah.

Laporan Counterpoint juga menyoroti bahwa penetrasi global sebesar 94% tidak berarti kendaraan sepenuhnya otonom akan mendominasi jalanan. Sebagian besar pasar tetap akan bergantung pada ADAS tingkat menengah seperti Level 2+, sementara Level 3 dan ke atas menjadi pelengkap di segmen premium atau armada komersial. Hal ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga oleh penerimaan konsumen terhadap harga, risiko, dan manfaatnya.

Ke depan, arah industri akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara inovasi dan regulasi. China memilih jalur bertahap dengan menekankan keselamatan, sementara negara lain mungkin lebih agresif atau konservatif sesuai konteks masing-masing. Apapun jalannya, 2035 diperkirakan akan menjadi titik penting di mana mobilitas global bertransformasi secara besar-besaran—dari sekadar berkendara manual menuju era kendaraan yang makin pintar, aman, dan terhubung.

Fitur ADAS Headline mobil Mobil Listrik News Otomotif Roda 4 teknologi ADAS
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGWM Perkenalkan Ora 5, SUV Listrik Penantang BYD Atto 3
Next Article AION V Raih “Ready for EV Adventure” 2025: SUV Listrik Keluarga dengan Harga Terjangkau & Fitur Lengkap
Christopher Louis
  • Instagram

Writer at OtoDiva.id & Gizmologi.id | Petrol Head | Motorsports Freak

Related Posts

Manjakan Pasar Jawa Timur, Hyundai Patok Harga Permanen STARGAZER dan Tebar Promo di Surabaya

27 Agustus 2026 4:30 pm

Menjelajah Masa Depan Mobil Listrik, Terobosan OMODA & JAECOO di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 4:27 pm

Ofero Stareer 5 Lit Sabet Penghargaan Inspiring Urban Electric Bike 2026

15 Agustus 2026 7:12 pm
Leave A Reply Cancel Reply

RSS GadgetDIVA
  • Bawa Bodi Ramping 6,29 mm, Lenovo Idea Tab Plus Jadi Tablet Multitasking Ideal
  • Bawa Fitur REDMI Titan Quality, Seri Note 17 Jadi HP Paling Tahan Lama di Kelasnya
  • Samsung Gebrak Pasar Lewat Galaxy S26 FE, Bawa Layar 120Hz dan Baterai Super Awet
  • Shopee 9.9, Saat Belanja Menjadi Cara Mengekspresikan Diri
  • Vivo X500 Pro HP Pertama Pakai Chipset 2nm Dimensity MediaTek
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.