Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Senin, 12 Oktober 2026 10:41 pm
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    Blibli Rilis Fitur Tukar Tambah Motor Secara Online Langsung dari Rumah

    7 Oktober 2026 5:55 pm

    Wadahi Kreativitas Pemilik, JAECOO Luncurkan Genuine Body Kit Resmi untuk J5 EV

    27 September 2026 9:31 pm

    PETRONAS Syntium Baru Hadir, Bawa Teknologi Para Balap

    26 September 2026 7:42 pm

    Dibintangi Bintang Hollywood, Film Maserati: The Brothers Siap Potret Sejarah Rivalitas Mobil Sport

    7 September 2026 4:21 pm

    Dari Navigasi EV hingga Audio Spasial, Tren Teknologi Digital yang Mengubah Gaya Hidup Modern

    7 September 2026 4:14 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»Roda 4»Penetrasi ADAS Global Capai 94% pada 2035, China Jadi Penggerak Utama
Roda 4

Penetrasi ADAS Global Capai 94% pada 2035, China Jadi Penggerak Utama

Christopher LouisBy Christopher Louis6 Oktober 2025 2:36 pmTidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
ADAS
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, OtoDiva – Industri otomotif global tengah bergerak cepat menuju era kendaraan pintar. Menurut laporan Counterpoint Research, penetrasi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan kendaraan otonom diproyeksikan naik dari 65% pada 2025 menjadi 94% pada 2035. Dari jumlah itu, kendaraan dengan tingkat otonomi Level 3 ke atas diperkirakan mencapai 24% pada 2035. Angka ini menunjukkan bagaimana mobilitas masa depan akan semakin bergantung pada teknologi kecerdasan buatan untuk keselamatan dan kenyamanan.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh dua faktor utama: peningkatan teknologi dan perubahan preferensi konsumen. Banyak pengguna kini menaruh perhatian lebih pada fitur keselamatan aktif dan kenyamanan berkendara. Selain itu, percepatan inovasi di sektor chip otomotif, sensor, dan software semakin memperbesar peluang adopsi kendaraan otonom, baik untuk kendaraan pribadi maupun layanan robotaxi.

Namun, pertumbuhan cepat ini juga memunculkan sejumlah tantangan. Regulasi terkait ADAS, kesiapan infrastruktur, serta penerimaan masyarakat menjadi faktor kunci yang akan memengaruhi laju adopsi. Beberapa negara masih menekankan prinsip kehati-hatian, termasuk China, yang meski menjadi motor utama adopsi ADAS global, tetap memberi batasan ketat pada uji coba dan peluncuran kendaraan otonom tingkat lanjut.

Baca Juga: GWM Perkenalkan Ora 5, SUV Listrik Penantang BYD Atto 3

China Jadi Pusat Inovasi Mobilitas

China diprediksi akan memimpin perkembangan kendaraan otonom global hingga 2035. Penetrasi ADAS Level 2 ke atas di negara tersebut diperkirakan melampaui 95%. Level 2+ yang memungkinkan pengemudi melepas tangan di jalan tol atau area tertentu dengan tetap bertanggung jawab penuh, menjadi fitur populer di pasar domestik. OEM lokal memanfaatkannya untuk menarik konsumen dengan biaya terjangkau, sementara pengguna merasa mendapatkan nilai lebih dari sisi kenyamanan dan keamanan.

Meski begitu, ADAS sendiri sudah perjalanan menuju Level 3 dan Level 4 tidak semulus yang dibayangkan. Insiden kecelakaan mobil Xiaomi yang menelan korban jiwa, disusul hasil uji coba jalan raya yang memperlihatkan kelemahan merek lokal seperti BYD dan Huawei, mendorong regulator memperketat aturan. Pemerintah bahkan membatasi penggunaan istilah pemasaran seperti “autonomous” dan “smart driving” untuk mencegah klaim berlebihan.

Kondisi ini membuat adopsi Level 3 dan Level 4 berjalan lebih lambat, dengan prediksi hanya 10% kendaraan yang dilengkapi teknologi tersebut pada 2030. Meski demikian, uji coba robotaxi di kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou terus melaju dengan dukungan pemerintah. Armada taksi otonom ini menjadi laboratorium nyata bagi pengembangan teknologi, yang nantinya diperkirakan akan merembes ke pasar kendaraan pribadi.

Tantangan Regulasi dan Prospek Global

China bukan satu-satunya pemain dalam lanskap kendaraan otonom. Amerika Utara dan Eropa juga mencatat pertumbuhan signifikan, meski dengan pendekatan berbeda. Di Amerika, perusahaan teknologi dan otomotif fokus pada integrasi AI dan ekosistem layanan, sementara Eropa lebih menekankan pada aspek regulasi ketat dan standar keselamatan yang tinggi. Dengan demikian, peta global kendaraan otonom pada 2035 kemungkinan akan dipengaruhi oleh variasi kebijakan antarwilayah.

Laporan Counterpoint juga menyoroti bahwa penetrasi global sebesar 94% tidak berarti kendaraan sepenuhnya otonom akan mendominasi jalanan. Sebagian besar pasar tetap akan bergantung pada ADAS tingkat menengah seperti Level 2+, sementara Level 3 dan ke atas menjadi pelengkap di segmen premium atau armada komersial. Hal ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga oleh penerimaan konsumen terhadap harga, risiko, dan manfaatnya.

Ke depan, arah industri akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara inovasi dan regulasi. China memilih jalur bertahap dengan menekankan keselamatan, sementara negara lain mungkin lebih agresif atau konservatif sesuai konteks masing-masing. Apapun jalannya, 2035 diperkirakan akan menjadi titik penting di mana mobilitas global bertransformasi secara besar-besaran—dari sekadar berkendara manual menuju era kendaraan yang makin pintar, aman, dan terhubung.

Fitur ADAS Headline mobil Mobil Listrik News Otomotif Roda 4 teknologi ADAS
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGWM Perkenalkan Ora 5, SUV Listrik Penantang BYD Atto 3
Next Article AION V Raih “Ready for EV Adventure” 2025: SUV Listrik Keluarga dengan Harga Terjangkau & Fitur Lengkap
Christopher Louis
  • Instagram

Writer at OtoDiva.id & Gizmologi.id | Petrol Head | Motorsports Freak

Related Posts

Blibli Rilis Fitur Tukar Tambah Motor Secara Online Langsung dari Rumah

7 Oktober 2026 5:55 pm

Perkuat Jaringan di Jawa Barat, OMODA & JAECOO Resmikan Dealer ke-43 di Bandung

7 Oktober 2026 5:50 pm

Jawab Kebutuhan Pasar, MyBluebird Hadirkan Layanan Multimoda Terintegrasi

5 Oktober 2026 10:02 am
Leave A Reply Cancel Reply

RSS feed: GadgetDIVA GadgetDIVA
  • Roblox Bagikan Tips untuk Bantu Orang Tua Jaga Keamanan dan Kesehatan Mental
  • Galaxy A27 5G Gaming Package, Paket Lengkap Auto-Booyah di Free Fire!
  • Telkomsel Perkuat Jaringan Broadband di Gelaran MotoGP Mandalika 2026
  • Xiaomi 18 Pro dan Pro Max Global Muncul di Geekbench Bocor Spesifikasi
  • Incar Anak Muda, itel Rilis Jingle Bergenre Hip-Hop di Peluncuran A300+
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.