OtoDiva — Perkembangan teknologi kendaraan yang semakin kompleks turut mengubah kebutuhan terhadap pelumas mesin. Menjawab perubahan tersebut, PETRONAS Lubricants International memperkenalkan rangkaian terbaru PETRONAS Syntium di Indonesia.
Peluncuran berlangsung di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (26/9/2026), dengan mengusung semangat “Engineered for Champions” atau “Dirancang untuk Para Juara”. Acara ini sekaligus dirangkaikan dengan nonton bareng Formula 1 Azerbaijan Grand Prix dan diikuti sekitar 200 peserta dari komunitas otomotif, distributor, serta media.
Bruno, Head of Regional Marketing (Asia), PETRONAS Lubricants International, mengatakan perkembangan teknologi otomotif memberikan tantangan baru bagi rantai industri, mulai dari komponen kendaraan hingga pelumas.

“Ini menciptakan tekanan besar bagi pemasok otomotif. Mulai dari suku cadang, komponen baja yang digunakan untuk membuat mesin, hingga pelumas itu sendiri,” ujar Bruno.
Menurutnya, kendaraan masa kini membutuhkan tenaga sekaligus efisiensi yang semakin tinggi. Kondisi tersebut membuat proses rekayasa mesin menjadi semakin kompleks. Perubahan pada mesin pun berdampak langsung terhadap kebutuhan pelumas.
“Kalau komponen yang membangun mesin harus berubah, bayangkan bagaimana dengan pelumas. Pelumas sekarang harus bekerja di lingkungan di dalam mesin yang jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu,” katanya.
Bruno mengibaratkan oli sebagai darah bagi kendaraan karena memiliki peran penting dalam menjaga mesin. Karena itu, pelumas dituntut mampu mempertahankan berbagai karakteristik dan fungsinya dalam periode penggunaan yang lebih panjang.
“Engine oil is the blood of the car, is the blood of the engine. Jadi, engine oil harus jauh lebih baik. Ia harus mampu mempertahankan seluruh properti dan karakteristiknya lebih lama,” ujar Bruno.
Tiga Perubahan Utama PETRONAS Syntium
Memasuki era baru kendaraan, Bruno menjelaskan PETRONAS Syntium mengalami pembaruan pada tiga aspek utama, yakni desain, portofolio, dan teknologi.
Dari sisi desain, kemasan baru dibuat dengan tampilan yang lebih modern. Informasi seperti tingkat viskositas dan teknologi juga dibuat lebih mudah dikenali oleh konsumen, mekanik, maupun pelaku perdagangan.
“Kami membuatnya lebih mudah bagi konsumen, mekanik, dan trade untuk melihat apa pelumas yang tepat,” kata Bruno.
Kedua, PETRONAS memperluas portofolio Syntium untuk memenuhi kebutuhan kendaraan yang semakin beragam, termasuk kendaraan berperforma tinggi. Ketiga, pembaruan dilakukan pada teknologi dengan menghadirkan produk yang mengikuti perkembangan spesifikasi OEM dan kebutuhan mesin modern.
“Ini bukan hanya kemasan baru. Ini adalah rangkaian produk yang lengkap, dari luar hingga ke dalam,” ujar Bruno.
Dalam portofolio terbaru tersebut terdapat PETRONAS Syntium SUPREME, PETRONAS Syntium SUPREME GLV-2, dan PETRONAS Syntium PRIME. Ketiganya memiliki fokus berbeda sehingga pemilihan pelumas tetap perlu disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan.
PETRONAS Syntium juga menggunakan teknologi CoolTech dan CoolTech+ yang berfokus pada pengendalian panas mesin, perlindungan terhadap keausan dan endapan, serta membantu menjaga efisiensi dan performa mesin.
Avila Bahar: Pembalap Tak Bisa Asal Pilih Oli
Sementara itu, Avila Bahar, racer, memberikan perspektif dari dunia balap. Menurut Avila, pemilihan pelumas untuk kendaraan balap dilakukan berdasarkan pengujian dan data, bukan sekadar memilih merek.
“Kita sudah pakai data. Kita juga memilih, walaupun misalnya 0W-20, tidak sembarang memilih brand. Kita pasti tes dulu. Kita cek mana power-nya paling besar, kemudian tetap data logging secara langsung untuk melihat performanya,” ujar cucu dari pembalap mobil legendaris Indonesia era 70an, almarhum Aswin Bahar.
Ia menjelaskan, pelumas menjadi salah satu elemen penting dalam balap endurance karena mesin harus bekerja dalam waktu panjang dengan beban tinggi. Ia mencontohkan balapan yang dapat berlangsung hingga berjam-jam dan menempuh ribuan kilometer.
“Balap bukan cuma sekadar satu lap ambil waktu. Mesin itu konsepnya endurance. Jadi, salah satu elemen penting adalah lubricant. Kita harus memastikan mesin bisa digas dari jam pertama,” katanya.
Meski demikian, Avila menegaskan bahwa kebutuhan pelumas kendaraan balap tidak otomatis sama dengan mobil harian. Pemilihannya harus mempertimbangkan spesifikasi kendaraan dan karakter penggunaan.
“Kalau untuk harian, karena RPM rendah, pasti dibutuhkan spesifikasi yang berbeda. Sebagai pemakai atau bahkan pembalap, kita harus pilih spesifikasi oli supaya tidak salah pilih,” ujar Avila.
Karena itu, Paradiva, pemilihan oli sebaiknya tidak hanya melihat merek atau tingkat kekentalan. Konsumen perlu memeriksa buku manual kendaraan, rekomendasi viskositas, spesifikasi performa, serta persyaratan OEM sebelum menentukan pelumas.
“Pembaruan PETRONAS Syntium membawa pengalaman pengembangan teknologi dari motorsport ke kebutuhan kendaraan sehari-hari. Namun, kebutuhan kendaraan balap dan kendaraan harian tetap berbeda sehingga penggunaan pelumas harus mengikuti spesifikasi masing-masing mesin,” pungkas Bruno.
