Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Kamis, 8 Oktober 2026 9:48 pm
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    Blibli Rilis Fitur Tukar Tambah Motor Secara Online Langsung dari Rumah

    7 Oktober 2026 5:55 pm

    Wadahi Kreativitas Pemilik, JAECOO Luncurkan Genuine Body Kit Resmi untuk J5 EV

    27 September 2026 9:31 pm

    PETRONAS Syntium Baru Hadir, Bawa Teknologi Para Balap

    26 September 2026 7:42 pm

    Dibintangi Bintang Hollywood, Film Maserati: The Brothers Siap Potret Sejarah Rivalitas Mobil Sport

    7 September 2026 4:21 pm

    Dari Navigasi EV hingga Audio Spasial, Tren Teknologi Digital yang Mengubah Gaya Hidup Modern

    7 September 2026 4:14 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»Opini»Waspada… Perempuan Lebih Rentan Driver Anxiety, Seperti Apa?
Opini

Waspada… Perempuan Lebih Rentan Driver Anxiety, Seperti Apa?

ronggoBy ronggo10 Juli 2023 3:55 pmTidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
menyetir mobil manual pexels-ketut-subiyanto-4429509
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Otodiva – Istilah driver anxiety mungkin belum terlalu familiar bagi masyakarat Indonesia. Namun sejatinya driver anxiety atau kecemasan mengemudi saat mengemudi menjadi perhatian penting terutama di negara maju/berkembang dengan kompleksitas arus lalu lintasnya, termasuk di sebagian wilayah Indonesia. Apalagi urusan kecemasan saat mengemudi ini justru lebih banyak dialami kaum wanita.

Berdasarkan studi Jurnal Transportasi dan Kesehatan yang baru dirilis sciencedirect.com mengenai gangguan kecemasan saat mengemudi di Perancis, wanitalah yang paling banyak mengalami kasus tersebut dibandingkan kaum pria.
Baca juga: Penting! 5 Tips Belajar Menyetir Mobil Manual untuk Perempuan

Wanita, terutama pada usia di atas 35 tahun, lebih mungkin mengalami gangguan kecemasan mengemudi. Meski disebutkan bahwa pria cenderung lebih ceroboh namun memiliki kemampuan mengemudi yang baik. Sementara wanita meski berhati-hati tetapi justru kurang mahir mengemudi.

Hasil riset tersebut tidak jauh berbeda dengan laporan di Amerika Serikat, yang menyebutkan bahwa 66% pengemudi di negara tersebut memiliki kecemasan mengemudi. Termasuk 55% di antaranya mengalami kecemasan bahkan saat melakukan manuver sederhana seperti berbelok atau berputar balik. Dan dari sekian banyak pengemudi yang cemas, 75% berasal dari kalangan wanita.

Stereotip bahwa wanita kurang mampu melakukan manuver berkendara nyatanya memang terbukti. Tidak jarang seseorang dapat mengetahui sebuah mobil dikendarai wanita dari caranya berbelok atau mengambil jalur di tengah padatnya lalu lintas.

Sebab Munculnya Driver Anxiety

Ilustrasi driver anxiety (Foto: Mao_graphic/Depositphotos)
Ilustrasi driver anxiety (Foto: Mao_graphic/Depositphotos)

Driver anxiety merupakan kecemasan psikologis modern yang terjadi di tengah pesatnya arus lalu lintas di berbagai negara. Padatnya mobilitas kendaraan, terutama kendaraan roda empat, membuat tingkat stres di jalanan pun semakin meningkat. Ditambah dengan faktor psikologis lain yang kadang dapat menjadi pemicu munculnya kecemasan saat berkendara.

Sebab terbesar seseorang dapat mengalami kecemasan mengemudi ialah adanya trauma masa lalu. Dalam laporan disebutkan bahwa orang yang pernah mengalami pengalaman kecelakaan (kecil atau besar) memiliki skor kecemasan lebih tinggi dibandingkan yang tidak pernah mengalami kecelakaan.

Faktor lain ialah kurangnya rasa percaya terhadap pengemudi lain di jalanan. Apabila seseorang terlalu mencemaskan bahwa pengemudi lain akan menabraknya, atau melakukan tindakan mengagetkan, maka semakin besar peluang dirinya mengamali driver anxiety.

Ada pula faktor tambahan yang muncul setelah mendapat iklan layanan masyarakat mengenai kewaspadaan saat mengemudi. Hal tersebut terbukti memunculkan stigma bahwa jalanan yang dilalui merupakan jalur berbahaya. Apalagi saat ini ditambah dengan jurnalistik warga di media sosial yang menampilkan peristiwa kecelakaan tanpa sensor. Hal itu dapat semakin menambah peluang cemas di jalanan.

Semoga laporan tersebut justru meningkatkan kewaspadaan kita dalam mengemudi, ya. Stay safe, girls!

 

Driver Anxiety Headline
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBMW CE 02, Punya Roda 2 dan Berbasis Listrik
Next Article Kacamata Pemotor Buatan BMW Motorrad, Harga Rp11 Jutaan
ronggo

Related Posts

Blibli Rilis Fitur Tukar Tambah Motor Secara Online Langsung dari Rumah

7 Oktober 2026 5:55 pm

Perkuat Jaringan di Jawa Barat, OMODA & JAECOO Resmikan Dealer ke-43 di Bandung

7 Oktober 2026 5:50 pm

Jawab Kebutuhan Pasar, MyBluebird Hadirkan Layanan Multimoda Terintegrasi

5 Oktober 2026 10:02 am
Leave A Reply Cancel Reply

RSS feed: GadgetDIVA GadgetDIVA
  • 95% Penonton Percaya YouTube, Brand Kini Bidik Penjualan
  • Cara Nonton Live Streaming Acara Microsoft Windows dan Surface Laptop Ultra
  • Google Playground Platform AI Pembuat Game Tanpa Koding
  • Kacamata Pintar Xreal Aura Android XR Resmi Dirilis Segini Harganya
  • Film The Social Reckoning Bongkar Skandal Facebook dan Kebobrokan Meta
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.