Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Jumat, 21 Agustus 2026 12:53 pm
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    Ofero Stareer 5 Lit Sabet Penghargaan Inspiring Urban Electric Bike 2026

    15 Agustus 2026 7:12 pm

    Mobil Listrik Indonesia, Mana Teknologi yang Paling Tepat?

    7 Agustus 2026 6:41 pm

    Menuju Target Global 2030, Bosch Perkuat Ekosistem Keselamatan Otomotif di GIIAS 2026

    7 Agustus 2026 2:03 pm

    Dorong Standar Keselamatan, Mitsubishi Fuso Beri Sertifikasi 34 Karoseri Nasional

    7 Agustus 2026 2:00 pm

    Sambung Inspirasi di GIIAS 2026, Hyundai Jump School Bekali Pelajar SMK Menuju Perguruan Tinggi

    7 Agustus 2026 1:57 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»Opini»Waspada… Perempuan Lebih Rentan Driver Anxiety, Seperti Apa?
Opini

Waspada… Perempuan Lebih Rentan Driver Anxiety, Seperti Apa?

ronggoBy ronggo10 Juli 2023 3:55 pmTidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
menyetir mobil manual pexels-ketut-subiyanto-4429509
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Otodiva – Istilah driver anxiety mungkin belum terlalu familiar bagi masyakarat Indonesia. Namun sejatinya driver anxiety atau kecemasan mengemudi saat mengemudi menjadi perhatian penting terutama di negara maju/berkembang dengan kompleksitas arus lalu lintasnya, termasuk di sebagian wilayah Indonesia. Apalagi urusan kecemasan saat mengemudi ini justru lebih banyak dialami kaum wanita.

Berdasarkan studi Jurnal Transportasi dan Kesehatan yang baru dirilis sciencedirect.com mengenai gangguan kecemasan saat mengemudi di Perancis, wanitalah yang paling banyak mengalami kasus tersebut dibandingkan kaum pria.
Baca juga: Penting! 5 Tips Belajar Menyetir Mobil Manual untuk Perempuan

Wanita, terutama pada usia di atas 35 tahun, lebih mungkin mengalami gangguan kecemasan mengemudi. Meski disebutkan bahwa pria cenderung lebih ceroboh namun memiliki kemampuan mengemudi yang baik. Sementara wanita meski berhati-hati tetapi justru kurang mahir mengemudi.

Hasil riset tersebut tidak jauh berbeda dengan laporan di Amerika Serikat, yang menyebutkan bahwa 66% pengemudi di negara tersebut memiliki kecemasan mengemudi. Termasuk 55% di antaranya mengalami kecemasan bahkan saat melakukan manuver sederhana seperti berbelok atau berputar balik. Dan dari sekian banyak pengemudi yang cemas, 75% berasal dari kalangan wanita.

Stereotip bahwa wanita kurang mampu melakukan manuver berkendara nyatanya memang terbukti. Tidak jarang seseorang dapat mengetahui sebuah mobil dikendarai wanita dari caranya berbelok atau mengambil jalur di tengah padatnya lalu lintas.

Sebab Munculnya Driver Anxiety

Ilustrasi driver anxiety (Foto: Mao_graphic/Depositphotos)
Ilustrasi driver anxiety (Foto: Mao_graphic/Depositphotos)

Driver anxiety merupakan kecemasan psikologis modern yang terjadi di tengah pesatnya arus lalu lintas di berbagai negara. Padatnya mobilitas kendaraan, terutama kendaraan roda empat, membuat tingkat stres di jalanan pun semakin meningkat. Ditambah dengan faktor psikologis lain yang kadang dapat menjadi pemicu munculnya kecemasan saat berkendara.

Sebab terbesar seseorang dapat mengalami kecemasan mengemudi ialah adanya trauma masa lalu. Dalam laporan disebutkan bahwa orang yang pernah mengalami pengalaman kecelakaan (kecil atau besar) memiliki skor kecemasan lebih tinggi dibandingkan yang tidak pernah mengalami kecelakaan.

Faktor lain ialah kurangnya rasa percaya terhadap pengemudi lain di jalanan. Apabila seseorang terlalu mencemaskan bahwa pengemudi lain akan menabraknya, atau melakukan tindakan mengagetkan, maka semakin besar peluang dirinya mengamali driver anxiety.

Ada pula faktor tambahan yang muncul setelah mendapat iklan layanan masyarakat mengenai kewaspadaan saat mengemudi. Hal tersebut terbukti memunculkan stigma bahwa jalanan yang dilalui merupakan jalur berbahaya. Apalagi saat ini ditambah dengan jurnalistik warga di media sosial yang menampilkan peristiwa kecelakaan tanpa sensor. Hal itu dapat semakin menambah peluang cemas di jalanan.

Semoga laporan tersebut justru meningkatkan kewaspadaan kita dalam mengemudi, ya. Stay safe, girls!

 

Driver Anxiety Headline
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBMW CE 02, Punya Roda 2 dan Berbasis Listrik
Next Article Kacamata Pemotor Buatan BMW Motorrad, Harga Rp11 Jutaan
ronggo

Related Posts

Ofero Stareer 5 Lit Sabet Penghargaan Inspiring Urban Electric Bike 2026

15 Agustus 2026 7:12 pm

Baru Debut, Langsung Juara! IONIQ 9 Sabet Favorite Vehicle – BEV di GIIAS 2026

10 Agustus 2026 1:31 pm

Dominasi GIIAS 2026, Hyundai Stargazer Cartenz Pimpin Penjualan dan Test Drive

10 Agustus 2026 1:29 pm
Leave A Reply Cancel Reply

RSS GadgetDIVA
  • Fitur di Platform Trading Kripto Ini, Bikin Transaksi Lebih Mudah dan Sederhana
  • Resmi Meluncur di Indonesia, REDMI 17 Bawa Baterai 7500mAh dan Fitur RGB Interaktif
  • Padukan Desain Airy C-Bridge, HUAWEI FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia
  • Samsung Rilis Simulasi Try Galaxy, Jajal One UI 9 dan Fitur AI Sebelum Upgrade
  • Bukan Cuma Soal Harga, Ini Alasan Dispenser MODENA Jadi Pilihan Utama Keluarga Indonesia
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.