Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Minggu, 27 September 2026 3:17 pm
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    PETRONAS Syntium Baru Hadir, Bawa Teknologi Para Balap

    26 September 2026 7:42 pm

    Dibintangi Bintang Hollywood, Film Maserati: The Brothers Siap Potret Sejarah Rivalitas Mobil Sport

    7 September 2026 4:21 pm

    Dari Navigasi EV hingga Audio Spasial, Tren Teknologi Digital yang Mengubah Gaya Hidup Modern

    7 September 2026 4:14 pm

    Dorong Kesetaraan Gender, Hyundai Motor India Bidik 20 Persen Eksekutif Perempuan pada 2030

    7 September 2026 4:07 pm

    Luhut Dorong BYD Bangun Ekosistem Industri EV di RI

    3 September 2026 2:16 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»News»Bioetanol: Solusi Ramah Lingkungan untuk Energi Masa Depan?
News

Bioetanol: Solusi Ramah Lingkungan untuk Energi Masa Depan?

firdaBy firda25 September 2024 11:08 pmTidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Bioetanol
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Otodiva – Semangat untuk mengurangi emisi gas buang harus terus dipupuk demi masa depan yang lebih bersih dan lestari. Seiring dengan upaya global untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim, teknologi yang mampu menekan emisi gas buang kini menjadi prioritas di berbagai sektor, termasuk dalam pengembangan bioetanol. Bioetanol, sebagai bahan bakar alternatif, kini mulai diperhitungkan dalam upaya mewujudkan lingkungan yang lebih hijau.

Menurut Prof. Dr. Ronny Purwadi, seorang peneliti dari ITB, Indonesia saat ini berada di persimpangan yang krusial dalam perjalanan mencapai kemandirian energi dan menghadapi perubahan iklim. Ketergantungan negara terhadap bahan bakar fosil semakin meningkat, sementara dampak negatif terhadap lingkungan menjadi semakin nyata. Oleh karena itu, penggunaan bahan bakar alternatif seperti bioetanol menjadi sangat penting.

“Di tengah tekanan global untuk beralih ke energi yang lebih bersih, bioetanol menawarkan peluang besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal di Indonesia,” ujar Ronny.

Indonesia saat ini sudah memimpin dalam penerapan biodiesel dengan program B35, dan akan segera meningkatkan penggunaannya menjadi B40. Meski demikian, Ronny menegaskan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam implementasi bioetanol, khususnya untuk kendaraan berbahan bakar bensin. Padahal, potensi bioetanol sebagai bahan bakar alternatif sangat besar.

Bioetanol sendiri diproduksi dari berbagai sumber daya biomassa seperti molases tebu, sorgum, jagung, atau singkong. Pengembangan bioetanol di Indonesia, selain dapat mengurangi emisi karbon, juga akan memberikan manfaat besar lainnya, seperti meningkatkan ketahanan energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Lebih lanjut, Ronny menjelaskan bahwa meskipun bioetanol masih menghasilkan emisi, penting untuk dipahami bahwa bioetanol dianggap sebagai bahan bakar “carbon neutral”. Hal ini karena CO2 yang dihasilkan saat bioetanol terbakar diserap kembali oleh tanaman yang digunakan untuk memproduksi bioetanol tersebut. Dengan demikian, siklus karbon dari bioetanol dapat dianggap netral.

“Secara netto, tidak ada penambahan gas CO2 ke atmosfer, sehingga siklus karbonnya menjadi lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu, pengembangan industri bioetanol sangat penting sebagai strategi jangka menengah hingga jangka panjang. Selain membantu mengatasi masalah energi, bioetanol juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan,” ujar Ronny.

Beberapa waktu lalu, PT Pertamina telah memulai langkah nyata dalam mendukung pengembangan bioetanol di Indonesia. Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, Pertamina memperkenalkan bahan bakar bioetanol 100% yang diuji sebagai pengganti bensin. Langkah ini menjadi sinyal bahwa bioetanol memiliki masa depan yang cerah di Indonesia.

Oki Muraza, Senior Vice President Technology Innovation PT Pertamina, mengungkapkan bahwa Pertamina telah memproduksi sebanyak 150 liter bioetanol dari ampas biomassa, yaitu batang tanaman sorgum. Proses produksi tersebut dilakukan di Laboratorium Teknologi Inovasi Pertamina, menggunakan peralatan distilasi dan dehidrasi yang canggih.

“Nira sorgum diperoleh melalui kerja sama dengan universitas setempat yang telah melakukan uji penanaman di beberapa lahan. Setelah itu, nira diolah melalui proses fermentasi menjadi bioetanol dan dimurnikan lebih lanjut,” jelas Oki.

Langkah ini menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan bahan bakar terbarukan. Meski masih berada dalam tahap awal, pengembangan bioetanol di Indonesia harus terus didorong, baik melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri.

Pada akhirnya, transisi energi menuju bahan bakar yang lebih ramah lingkungan seperti bioetanol harus menjadi prioritas. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan energi, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Urgensi pengembangan bioetanol tidak hanya menjadi solusi bagi masalah lingkungan saat ini, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

bahan bakar terbarukan bioetanol emisi karbon energi bersih energi terbarukan Headline kemandirian energi lingkungan hidup Pertamina
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleToyota Menanggapi Pernyataan Airlangga Tentang Penjualan Mobil Hybrid Tanpa Insentif
Next Article Harga Mobil Bekas Mazda Mulai dari Rp59 Juta, Pilihan Terbaik untuk Pembeli
firda

Related Posts

PETRONAS Syntium Baru Hadir, Bawa Teknologi Para Balap

26 September 2026 7:42 pm

Perkuat Tren Gaya Hidup Rendah Karbon, Acer Perkenalkan e-Scooter Predator ES Thunder Pro

8 September 2026 5:28 pm

Dibintangi Bintang Hollywood, Film Maserati: The Brothers Siap Potret Sejarah Rivalitas Mobil Sport

7 September 2026 4:21 pm
Leave A Reply Cancel Reply

RSS feed: GadgetDIVA GadgetDIVA
  • Vivo S2 FE HP Baterai 10000mAh Pertama Siap Rilis 6 Oktober
  • Nikon Z5IIC Kamera Full Frame Pemula Video 4K 60fps Expeed 7
  • Xiaomi Pocket Guitar Aksesori Magnetik Unik Layar Belakang Xiaomi 18 Pro
  • 5 Fitur Fitur Baru Xiaomi HyperOS 4 Desain Glass AI Super XiaoAi
  • Inovasi TWS Spesialis Lari, Bose Sport Open Earbuds Siap Mengudara Mulai Oktober 2026
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.