Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Kamis, 13 Agustus 2026 4:19 am
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    Mobil Listrik Indonesia, Mana Teknologi yang Paling Tepat?

    7 Agustus 2026 6:41 pm

    Menuju Target Global 2030, Bosch Perkuat Ekosistem Keselamatan Otomotif di GIIAS 2026

    7 Agustus 2026 2:03 pm

    Dorong Standar Keselamatan, Mitsubishi Fuso Beri Sertifikasi 34 Karoseri Nasional

    7 Agustus 2026 2:00 pm

    Sambung Inspirasi di GIIAS 2026, Hyundai Jump School Bekali Pelajar SMK Menuju Perguruan Tinggi

    7 Agustus 2026 1:57 pm

    Menjamin Operasional Tanpa Henti, Strategi Mitsubishi Fuso Tekan Downtime Armada Niaga

    7 Agustus 2026 1:50 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»News»Bioetanol: Solusi Ramah Lingkungan untuk Energi Masa Depan?
News

Bioetanol: Solusi Ramah Lingkungan untuk Energi Masa Depan?

firdaBy firda25 September 2024 11:08 pmTidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Bioetanol
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Otodiva – Semangat untuk mengurangi emisi gas buang harus terus dipupuk demi masa depan yang lebih bersih dan lestari. Seiring dengan upaya global untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim, teknologi yang mampu menekan emisi gas buang kini menjadi prioritas di berbagai sektor, termasuk dalam pengembangan bioetanol. Bioetanol, sebagai bahan bakar alternatif, kini mulai diperhitungkan dalam upaya mewujudkan lingkungan yang lebih hijau.

Menurut Prof. Dr. Ronny Purwadi, seorang peneliti dari ITB, Indonesia saat ini berada di persimpangan yang krusial dalam perjalanan mencapai kemandirian energi dan menghadapi perubahan iklim. Ketergantungan negara terhadap bahan bakar fosil semakin meningkat, sementara dampak negatif terhadap lingkungan menjadi semakin nyata. Oleh karena itu, penggunaan bahan bakar alternatif seperti bioetanol menjadi sangat penting.

“Di tengah tekanan global untuk beralih ke energi yang lebih bersih, bioetanol menawarkan peluang besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal di Indonesia,” ujar Ronny.

Indonesia saat ini sudah memimpin dalam penerapan biodiesel dengan program B35, dan akan segera meningkatkan penggunaannya menjadi B40. Meski demikian, Ronny menegaskan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam implementasi bioetanol, khususnya untuk kendaraan berbahan bakar bensin. Padahal, potensi bioetanol sebagai bahan bakar alternatif sangat besar.

Bioetanol sendiri diproduksi dari berbagai sumber daya biomassa seperti molases tebu, sorgum, jagung, atau singkong. Pengembangan bioetanol di Indonesia, selain dapat mengurangi emisi karbon, juga akan memberikan manfaat besar lainnya, seperti meningkatkan ketahanan energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Lebih lanjut, Ronny menjelaskan bahwa meskipun bioetanol masih menghasilkan emisi, penting untuk dipahami bahwa bioetanol dianggap sebagai bahan bakar “carbon neutral”. Hal ini karena CO2 yang dihasilkan saat bioetanol terbakar diserap kembali oleh tanaman yang digunakan untuk memproduksi bioetanol tersebut. Dengan demikian, siklus karbon dari bioetanol dapat dianggap netral.

“Secara netto, tidak ada penambahan gas CO2 ke atmosfer, sehingga siklus karbonnya menjadi lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu, pengembangan industri bioetanol sangat penting sebagai strategi jangka menengah hingga jangka panjang. Selain membantu mengatasi masalah energi, bioetanol juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan,” ujar Ronny.

Beberapa waktu lalu, PT Pertamina telah memulai langkah nyata dalam mendukung pengembangan bioetanol di Indonesia. Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, Pertamina memperkenalkan bahan bakar bioetanol 100% yang diuji sebagai pengganti bensin. Langkah ini menjadi sinyal bahwa bioetanol memiliki masa depan yang cerah di Indonesia.

Oki Muraza, Senior Vice President Technology Innovation PT Pertamina, mengungkapkan bahwa Pertamina telah memproduksi sebanyak 150 liter bioetanol dari ampas biomassa, yaitu batang tanaman sorgum. Proses produksi tersebut dilakukan di Laboratorium Teknologi Inovasi Pertamina, menggunakan peralatan distilasi dan dehidrasi yang canggih.

“Nira sorgum diperoleh melalui kerja sama dengan universitas setempat yang telah melakukan uji penanaman di beberapa lahan. Setelah itu, nira diolah melalui proses fermentasi menjadi bioetanol dan dimurnikan lebih lanjut,” jelas Oki.

Langkah ini menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan bahan bakar terbarukan. Meski masih berada dalam tahap awal, pengembangan bioetanol di Indonesia harus terus didorong, baik melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri.

Pada akhirnya, transisi energi menuju bahan bakar yang lebih ramah lingkungan seperti bioetanol harus menjadi prioritas. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan energi, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Urgensi pengembangan bioetanol tidak hanya menjadi solusi bagi masalah lingkungan saat ini, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

bahan bakar terbarukan bioetanol emisi karbon energi bersih energi terbarukan Headline kemandirian energi lingkungan hidup Pertamina
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleToyota Menanggapi Pernyataan Airlangga Tentang Penjualan Mobil Hybrid Tanpa Insentif
Next Article Harga Mobil Bekas Mazda Mulai dari Rp59 Juta, Pilihan Terbaik untuk Pembeli
firda

Related Posts

Baru Debut, Langsung Juara! IONIQ 9 Sabet Favorite Vehicle – BEV di GIIAS 2026

10 Agustus 2026 1:31 pm

Dominasi GIIAS 2026, Hyundai Stargazer Cartenz Pimpin Penjualan dan Test Drive

10 Agustus 2026 1:29 pm

Intip Alasan Hyundai SANTA FE Hybrid Jadi SUV Impian di GIIAS 2026

10 Agustus 2026 1:26 pm
Leave A Reply Cancel Reply

RSS GadgetDIVA
  • Gen Z Aktif, Ini Cara Praktis Jaga Kulit Tetap Glowing
  • 200 Pasang Ludes, Speedy Weeedy x Kevinswork Rilis Lebih Luas
  • BINUS dan Microsoft Hadirkan Pengalaman Terbaik bagi MahasiswaMelalui Teknologi AI
  • Mengusung Teknologi GaN, Erajaya Kenalkan Pengisi Daya Ringkas LOOPS Pluggo 30W
  • Transformasi Digital Mitra Keluarga, Manfaatkan AI AWS demi Optimalkan Layanan Kesehatan
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.