Jakarta, Otodiva – Hyundai Motor dan Kia kini mencoba menawarkan pendekatan berbeda lewat Vision Pulse, teknologi keselamatan baru yang memanfaatkan sinyal ultra wideband atau UWB. Alih alih hanya mengandalkan kamera atau sensor mahal, Vision Pulse dirancang untuk membaca posisi objek secara real time dengan presisi tinggi, bahkan ketika penglihatan pengemudi terhalang.
Teknologi ini masih berada pada tahap pengembangan dan uji coba, namun Hyundai dan Kia cukup percaya diri bahwa Vision Pulse bisa menjadi fondasi baru bagi sistem keselamatan generasi berikutnya. Even so, efektivitasnya di jalan umum tetap menjadi hal yang perlu dibuktikan lebih lanjut.
Keselamatan berkendara masih menjadi salah satu tantangan terbesar di era mobilitas modern, terutama di lingkungan perkotaan yang semakin padat. Blind spot, pedestrians, dan kendaraan lain yang tertutup pandangan sering menjadi pemicu kecelakaan, meski kendaraan sudah dibekali berbagai sistem bantuan pengemudi.
Read Also: IIMS 2026 Expand the Exhibition Scale with a Lifestyle and Technology Approach
Cara Kerja Vision Pulse dan Klaim Akurasinya

Vision Pulse bekerja dengan memanfaatkan modul UWB yang terpasang di kendaraan. Sistem ini memancarkan sinyal dan mengukur waktu tempuhnya ke perangkat lain yang juga memiliki UWB, seperti kendaraan lain, ponsel, wearable, atau tracker tertentu. Dari data tersebut, posisi objek dihitung secara presisi dan potensi tabrakan dapat diprediksi lebih awal.
Hyundai dan Kia mengklaim akurasi sistem ini mencapai selisih maksimal 10 cm dalam radius 100 meter, dengan tingkat deteksi di atas 99 persen bahkan di kondisi cuaca buruk atau malam hari. Kecepatan komunikasinya juga diklaim sangat cepat, around 1 until 5 milidetik, sehingga peringatan dapat diberikan hampir secara instan.
Keunggulan lain yang ditonjolkan adalah efisiensi biaya. Dengan memanfaatkan UWB yang sudah banyak digunakan, Vision Pulse diklaim bisa mengurangi ketergantungan pada sensor seperti LiDAR dan radar yang masih tergolong mahal untuk produksi massal.
Peluang Besar, Tantangan Masih Menunggu
On paper, Vision Pulse membuka peluang besar, terutama untuk skenario kompleks seperti persimpangan kota, area industri, hingga situasi darurat. Hyundai dan Kia bahkan melihat potensi penerapannya di gudang, harbor, serta respons bencana untuk mendeteksi keberadaan manusia di balik reruntuhan.
However, teknologi ini juga memiliki keterbatasan. Vision Pulse bergantung pada keberadaan modul UWB di objek sekitar. It means, efektivitasnya bisa menurun jika pejalan kaki atau kendaraan lain tidak memiliki perangkat yang kompatibel. Standarisasi dan adopsi massal menjadi tantangan utama sebelum teknologi ini benar benar siap digunakan secara luas.
Besides that, integrasi Vision Pulse dengan sistem bantuan pengemudi lain juga perlu diuji secara menyeluruh. Tanpa kalibrasi yang matang, risiko peringatan palsu atau informasi berlebihan tetap ada. Vision Pulse terlihat menjanjikan, tetapi jalan menuju penerapan komersialnya masih cukup panjang.
