Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Selasa, 11 Agustus 2026 1:09 pm
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    Mobil Listrik Indonesia, Mana Teknologi yang Paling Tepat?

    7 Agustus 2026 6:41 pm

    Menuju Target Global 2030, Bosch Perkuat Ekosistem Keselamatan Otomotif di GIIAS 2026

    7 Agustus 2026 2:03 pm

    Dorong Standar Keselamatan, Mitsubishi Fuso Beri Sertifikasi 34 Karoseri Nasional

    7 Agustus 2026 2:00 pm

    Sambung Inspirasi di GIIAS 2026, Hyundai Jump School Bekali Pelajar SMK Menuju Perguruan Tinggi

    7 Agustus 2026 1:57 pm

    Menjamin Operasional Tanpa Henti, Strategi Mitsubishi Fuso Tekan Downtime Armada Niaga

    7 Agustus 2026 1:50 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»News»Hyundai dan Kia Perkenalkan Vision Pulse untuk Deteksi Blind Spot Berbasis UWB
News

Hyundai dan Kia Perkenalkan Vision Pulse untuk Deteksi Blind Spot Berbasis UWB

Christopher LouisBy Christopher Louis3 Februari 2026 9:38 amTidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, OtoDiva – Hyundai Motor dan Kia kini mencoba menawarkan pendekatan berbeda lewat Vision Pulse, teknologi keselamatan baru yang memanfaatkan sinyal ultra wideband atau UWB. Alih alih hanya mengandalkan kamera atau sensor mahal, Vision Pulse dirancang untuk membaca posisi objek secara real time dengan presisi tinggi, bahkan ketika penglihatan pengemudi terhalang.

Teknologi ini masih berada pada tahap pengembangan dan uji coba, namun Hyundai dan Kia cukup percaya diri bahwa Vision Pulse bisa menjadi fondasi baru bagi sistem keselamatan generasi berikutnya. Meski begitu, efektivitasnya di jalan umum tetap menjadi hal yang perlu dibuktikan lebih lanjut.

Keselamatan berkendara masih menjadi salah satu tantangan terbesar di era mobilitas modern, terutama di lingkungan perkotaan yang semakin padat. Blind spot, pejalan kaki, dan kendaraan lain yang tertutup pandangan sering menjadi pemicu kecelakaan, meski kendaraan sudah dibekali berbagai sistem bantuan pengemudi.

Baca Juga: IIMS 2026 Perluas Skala Pameran dengan Pendekatan Gaya Hidup dan Teknologi

Cara Kerja Vision Pulse dan Klaim Akurasinya

Vision Pulse bekerja dengan memanfaatkan modul UWB yang terpasang di kendaraan. Sistem ini memancarkan sinyal dan mengukur waktu tempuhnya ke perangkat lain yang juga memiliki UWB, seperti kendaraan lain, ponsel, wearable, atau tracker tertentu. Dari data tersebut, posisi objek dihitung secara presisi dan potensi tabrakan dapat diprediksi lebih awal.

Hyundai dan Kia mengklaim akurasi sistem ini mencapai selisih maksimal 10 cm dalam radius 100 meter, dengan tingkat deteksi di atas 99 persen bahkan di kondisi cuaca buruk atau malam hari. Kecepatan komunikasinya juga diklaim sangat cepat, sekitar 1 sampai 5 milidetik, sehingga peringatan dapat diberikan hampir secara instan.

Keunggulan lain yang ditonjolkan adalah efisiensi biaya. Dengan memanfaatkan UWB yang sudah banyak digunakan, Vision Pulse diklaim bisa mengurangi ketergantungan pada sensor seperti LiDAR dan radar yang masih tergolong mahal untuk produksi massal.

Peluang Besar, Tantangan Masih Menunggu

Di atas kertas, Vision Pulse membuka peluang besar, terutama untuk skenario kompleks seperti persimpangan kota, area industri, hingga situasi darurat. Hyundai dan Kia bahkan melihat potensi penerapannya di gudang, pelabuhan, serta respons bencana untuk mendeteksi keberadaan manusia di balik reruntuhan.

Namun, teknologi ini juga memiliki keterbatasan. Vision Pulse bergantung pada keberadaan modul UWB di objek sekitar. Artinya, efektivitasnya bisa menurun jika pejalan kaki atau kendaraan lain tidak memiliki perangkat yang kompatibel. Standarisasi dan adopsi massal menjadi tantangan utama sebelum teknologi ini benar benar siap digunakan secara luas.

Selain itu, integrasi Vision Pulse dengan sistem bantuan pengemudi lain juga perlu diuji secara menyeluruh. Tanpa kalibrasi yang matang, risiko peringatan palsu atau informasi berlebihan tetap ada. Vision Pulse terlihat menjanjikan, tetapi jalan menuju penerapan komersialnya masih cukup panjang.

bocoran mobil Hyundai Headline Kia mobil Mobil Listrik Vision Pulse
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIIMS 2026 Perluas Skala Pameran dengan Pendekatan Gaya Hidup dan Teknologi
Next Article IIMS 2026: New Honda WR-V Disasar First-Time SUV Buyer, Lebih Lengkap dari Segi Fitur
Christopher Louis
  • Instagram

Writer at OtoDiva.id & Gizmologi.id | Petrol Head | Motorsports Freak

Related Posts

Baru Debut, Langsung Juara! IONIQ 9 Sabet Favorite Vehicle – BEV di GIIAS 2026

10 Agustus 2026 1:31 pm

Dominasi GIIAS 2026, Hyundai Stargazer Cartenz Pimpin Penjualan dan Test Drive

10 Agustus 2026 1:29 pm

Intip Alasan Hyundai SANTA FE Hybrid Jadi SUV Impian di GIIAS 2026

10 Agustus 2026 1:26 pm
Leave A Reply Cancel Reply

RSS GadgetDIVA
  • Tampil Mewah Tanpa Ganti Baterai: Citizen Rilis Dua Jam Tangan Eco-Drive Kotak Berbahan Safir!
  • Galaxy Watch 9: Si Pintar yang Kompatibel Jadi Teman Hidup Sehatmu
  • Bocor Sebelum Rilis! Intip Desain Mewah dan Kamera 200 MP Motorola Edge 70 Neo
  • Pakai Chipset Jadul tapi OS Masa Depan, Samsung Galaxy A18 Bikin Geleng-Geleng Kepala!
  • Dari Boyolali untuk Dunia, Kisah Peretas Muda Pembobol Celah NASA Dapat Dukungan ITSEC Asia
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.