Jakarta, OtoDiva – Kemunculan Nissan Gravite di pasar India langsung memancing perhatian karena banderolnya yang cukup agresif. Dengan harga perkenalan mulai sekitar Rp105 jutaan hingga Rp167 jutaan (konversi kasar), mobil ini otomatis dibandingkan dengan Daihatsu Sigra yang sudah lebih dulu populer di Indonesia sebagai MPV ekonomis tiga baris.
Secara positioning, Nissan Gravite bermain di kelas sub-4 meter dengan konfigurasi 5+2 penumpang. Platform yang digunakan adalah CMF-A+, basis yang juga dipakai Renault Triber, tetapi Nissan mencoba memberikan identitas desain berbeda lewat grille baru, bumper yang lebih tegas, hingga aksen modern seperti LED DRL dan pelek alloy.
Sementara Sigra hadir dengan pendekatan yang lebih konservatif namun familiar bagi konsumen lokal. Dimensinya sedikit lebih panjang, yang berkontribusi pada kabin cukup lega untuk kelas LCGC. Desainnya memang tidak terlalu agresif, tetapi justru itu yang membuatnya terasa aman untuk pasar keluarga Indonesia.
Baca Juga: Jeep Indonesia Rayakan Loyalitas Komunitas di IIMS 2026 Melalui “United by the Road”
Fitur Modern vs Fungsionalitas Dasar

Dari sisi fitur, Nissa Gravite terlihat lebih ambisius. Varian tertingginya sudah membawa layar sentuh 8 inci dengan konektivitas nirkabel, panel instrumen digital 7 inci, hingga fitur kenyamanan seperti push button start, cruise control, dan automatic climate control. Bahkan ada enam airbag, TPMS, serta wireless charging, sesuatu yang jarang ditemukan di kelas harga serupa.
Sigra jelas bermain di pendekatan berbeda. Fitur seperti AC double blower, sistem audio Bluetooth, power window, dan central lock sudah cukup untuk kebutuhan harian keluarga. Secara teknologi memang kalah jauh dibanding Gravite, tetapi di segmen LCGC, efisiensi biaya sering kali lebih penting daripada kelengkapan fitur.
Mesin dan Performa, Sigra Lebih Bertenaga

Nissan Gravite menggunakan mesin bensin 1.0 liter tiga silinder naturally aspirated dengan tenaga 72 HP dan torsi 96 Nm. Pilihan transmisinya manual lima percepatan atau AMT. Konsumsi BBM diklaim tembus hampir 20 km/l, bahkan tersedia opsi CNG di pasar India, yang menunjukkan fokus efisiensi biaya operasional.
Di sisi lain, Sigra menawarkan dua opsi mesin, termasuk unit 1.2 liter yang menghasilkan sekitar 88 PS dan torsi 110 Nm. Secara angka, performanya lebih kuat dibanding Gravite, terutama saat membawa penumpang penuh atau melewati tanjakan. Konsumsi BBM Sigra juga masih kompetitif di kisaran 14 hingga 20 km/l tergantung penggunaan.
Pada akhirnya, duel Nissan Gravite vs Sigra bukan soal mana yang lebih baik secara mutlak. Nissan Gravite unggul fitur dan keselamatan, sementara Sigra lebih kuat di performa dan sudah terbukti di pasar Indonesia. Jika Gravite benar masuk ke Tanah Air dengan harga kompetitif, persaingan MPV murah bisa menjadi jauh lebih menarik.