Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Sabtu, 8 Agustus 2026 5:18 am
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    Mobil Listrik Indonesia, Mana Teknologi yang Paling Tepat?

    7 Agustus 2026 6:41 pm

    Menuju Target Global 2030, Bosch Perkuat Ekosistem Keselamatan Otomotif di GIIAS 2026

    7 Agustus 2026 2:03 pm

    Dorong Standar Keselamatan, Mitsubishi Fuso Beri Sertifikasi 34 Karoseri Nasional

    7 Agustus 2026 2:00 pm

    Sambung Inspirasi di GIIAS 2026, Hyundai Jump School Bekali Pelajar SMK Menuju Perguruan Tinggi

    7 Agustus 2026 1:57 pm

    Menjamin Operasional Tanpa Henti, Strategi Mitsubishi Fuso Tekan Downtime Armada Niaga

    7 Agustus 2026 1:50 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»Roda 4»Bongkar Rahasia Teknologi BYD M6 DM: Listrik Jadi Raja, BBM Nyaris Nganggur
Roda 4

Bongkar Rahasia Teknologi BYD M6 DM: Listrik Jadi Raja, BBM Nyaris Nganggur

redaksiBy redaksi6 Agustus 2026 11:35 amTidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
BYD M6 DM
BYD M6 DM di pamerkan di GIIAS 2026
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

BYD, produsen otomotif asal China, menegaskan bahwa teknologi Dual Mode pada BYD M6 DM bukan sekadar gimmick pemasaran, melainkan solusi nyata untuk menjawab kebutuhan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara sehari-hari.

Salah satu model yang jadi sorotan adalah BYD M6 DM, kendaraan yang mengadopsi platform DM-i alias varian yang difokuskan pada efisiensi. Hingga kini, BYD M6 DM telah mengumpulkan sekitar 4.000 pesanan dan proses pengirimannya berjalan bertahap, dengan unit yang beredar di Indonesia sudah diproduksi lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen. Lantas, apa yang membuat teknologi DM ini layak dibicarakan panjang lebar? Simak ulasannya berikut ini.

Motor Listrik sebagai Penggerak Utama BYD M6 DM, Bensin Hanya Pendukung

Berbeda dari sistem hybrid konvensional yang cenderung mengandalkan mesin bensin sebagai motor penggerak, BYD justru membalik logika tersebut lewat filosofi electric-first. Dalam keluarga Dual Mode, terdapat tiga varian utama yang dikembangkan untuk kebutuhan berbeda, yakni DM-i yang mengutamakan efisiensi, DM-p yang dirancang demi performa maksimal, serta DMO yang diperuntukkan bagi kendaraan tangguh untuk menghadapi medan berat. BYD M6 DM sendiri mengusung platform DM-i sehingga fokus utamanya adalah menekan konsumsi bahan bakar semaksimal mungkin.

Ketika kapasitas baterai masih berada di rentang 25 hingga 100 persen, BYD M6 DM akan bergerak murni menggunakan motor listrik tanpa campur tangan mesin bensin sama sekali. Pada kondisi ini, mobil diklaim sanggup menjelajah hingga sekitar 110 kilometer hanya dengan mengandalkan tenaga listrik. Barulah ketika baterai mulai menipis atau pengemudi membutuhkan tenaga ekstra, sistem secara otomatis beralih ke mode hybrid tanpa perlu intervensi manual dari pengendara.

Uniknya, peralihan mode ini pun masih menempatkan motor listrik sebagai aktor utama. Saat beban ringan, mesin bensin hanya berfungsi layaknya generator untuk mengisi ulang baterai, sementara roda tetap digerakkan motor listrik. Ketika dibutuhkan akselerasi lebih besar, mesin bensin dan motor listrik akan bekerja berbarengan menggerakkan roda, sedangkan pada kecepatan tinggi yang stabil, mesin bensin bisa langsung menggerakkan roda sekaligus mengisi daya baterai. Seluruh proses ini didukung empat komponen inti, yaitu Dedicated Hybrid Engine, motor listrik EHS, Blade Battery, dan AC/DC On-board Charger yang saling terintegrasi dalam satu ekosistem.

BYD M6 DM
BYD M6 DM dipamerkan di GIIAS 2026.

3 Dual Mode yang Menjadi Inovasi Teknologi BYD M6 DM

DM-i adalah mesin hybrid 1.5L naturally aspirated yang efisien, dimana efisiensi termal dapat dicapai hingga 46.06%, salah satu yang tertinggi pada mesin produksi massal di dunia. Pencapaian tersebut didukung oleh berbagai inovasi, termasuk rasio kompresi 16:1, Exhaust Gas Recirculation (EGR), Intelligent Split Cooling Technology, serta algoritma knock control yang bekerja menjaga stabilitas pembakaran pada rasio kompresi ultra-tinggi, sehingga mesin ini dapat memakai bensin dengan Research Octane Number (RON) rendah atau minimum RON 92. Seluruh teknologi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan proses pembakaran, mengurangi kehilangan energi, sekaligus meningkatkan efisiensi termal mesin.

Kinerja mesin kemudian dipadukan dengan Electric Hybrid System (EHS), sebuah sistem penggerak listrik yang mengintegrasikan motor listrik, kontrol elektronik, single-gear reducer, direct-drive clutch, serta sistem pendingin oli ke dalam satu unit yang lebih ringkas. Integrasi tersebut mampu mengurangi bobot dan volume sistem hingga sekitar 30%, sehingga meningkatkan efisiensi penyaluran tenaga sekaligus menghasilkan respons akselerasi yang lebih baik. Melalui sistem ini, sebagian besar perjalanan dapat dilakukan menggunakan motor listrik, sehingga kendaraan mampu menghadirkan karakter berkendara yang responsif, halus, dan senyap layaknya kendaraan listrik (EV), sekaligus mengoptimalkan efisiensi penggunaan energi. Berdasarkan simulasi internal BYD, dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, BYD M6 DM yang menggunakan platform DM-i memiliki potensi efisiensi konsumsi bahan bakar hingga mencapai 65 km/L untuk simulasi uji coba perjalanan sejauh sekitar 150 kilometer yang sudah dilakukan secara internal.

DM-p: Jika Teknologi DM-i berfokus pada efisiensi, teknologi DM-p (Dual Mode Powerful) dirancang bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi. Dengan penambahan motor listrik di bagian belakang (Rear Powertrain Assembly), DM-p mengadopsi konfigurasi sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD) dengan motor listrik pada roda depan dan belakang yang mampu mendistribusikan tenaga yang tinggi ke seluruh bagian roda. Pendekatan ini menghasilkan akselerasi yang lebih responsif, traksi yang lebih baik, serta stabilitas berkendara yang tetap terjaga pada berbagai kondisi jalan. 

Pada kendaraan yang menggunakan platform DM-p, BYD mengadopsi mesin hybrid 1,5L Turbo yang dirancang untuk menghadirkan performa lebih tinggi. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 115 kW (156 PS), torsi maksimum 225 Nm, serta efisiensi termal hingga 45,3%. Selain menghadirkan performa yang lebih tinggi, platform DM-p juga dirancang agar pengemudi tetap memperoleh pengalaman berkendara yang halus dan nyaman melalui pengelolaan tenaga yang berlangsung secara otomatis. Sistem akan menentukan kombinasi penggunaan motor listrik dan mesin sesuai kondisi jalan maupun kebutuhan tenaga.

DMO: Melalui DMO (Dual Mode Off-road), BYD memperluas penerapan filosofi electric-first ke segmen kendaraan yang dirancang untuk menghadapi beragam karakter perjalanan, mulai dari mobilitas sehari-hari hingga penjelajahan di berbagai kondisi jalan. Dalam ekosistem BYD Group, teknologi ini direpresentasikan salah satuya melalui model-model dari DENZA, merek premium BYD, seperti DENZA B5 dan DENZA B8.

Berbeda dengan kendaraan off-road konvensional yang umumnya mengandalkan mesin sebagai sumber penggerak utama, DMO tetap menempatkan motor listrik sebagai penggerak utama. Sementara itu, mesin bekerja secara cerdas untuk menghasilkan energi atau memberikan tambahan tenaga ketika dibutuhkan. Pendekatan ini menghadirkan respons yang cepat, halus, dan senyap layaknya kendaraan listrik, tanpa mengurangi kapabilitas ketika menghadapi medan yang lebih menantang.

Untuk mewujudkan kemampuan tersebut, BYD mengembangkan arsitektur khusus DMO yang mengintegrasikan World’s First Front Longitudinal Electric Hybrid System (EHS), mesin hybrid longitudinal 1.5L turbo, serta motor belakang yang dirancang untuk menghadapi berbagai karakter medan.

Teknologi tersebut dipadukan dengan Cell-to-Chassis (CTC) dan Hybrid Ladder Frame Body untuk menghasilkan struktur kendaraan dengan kekakuan bodi lebih tinggi. Peningkatan torsional rigidity hingga 38 persen membantu menghadirkan stabilitas yang lebih baik, pengendalian lebih presisi, serta rasa percaya diri yang lebih tinggi saat melintasi beragam kondisi jalan.

DMO juga dilengkapi dengan berbagai Terrain Modes yang menyesuaikan distribusi tenaga dan karakter pengendalian berdasarkan kondisi permukaan jalan, mulai dari Snow, Sand, Mud, Mountain, Rock, hingga Wading Mode.

Tiga Pilar Teknologi DM yang Menopang Efisiensi BYD M6 DM

Menurut Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, pengalaman memiliki kendaraan energi baru semestinya tidak hanya dinilai dari kecanggihan teknologinya, tetapi juga ditopang layanan purna jual, biaya kepemilikan yang efisien, hingga ekosistem layanan yang terintegrasi sejak awal pembelian hingga masa pakai kendaraan berlangsung lama. Pandangan ini tercermin dari cara BYD merancang fondasi teknologi Dual Mode secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi mesin semata.

Secara teknis, teknologi DM disokong tiga pilar utama yang bekerja terintegrasi, yakni High Efficiency Engine, Electric Hybrid System (EHS), serta Blade Battery. Mesin hybrid 1.5 liter generasi terbaru diklaim memiliki efisiensi termal hingga 46,06 persen, dipadukan Advanced Intelligent Split Cooling Technology agar suhu kerja tetap optimal. Sementara EHS mengintegrasikan motor listrik, sistem kontrol elektronik, dan transmisi dalam satu unit sehingga perpindahan mode berkendara terasa lebih halus dan minim hentakan.

Berkat filosofi electric-first tersebut, BYD M6 DM diklaim dapat beroperasi dengan tenaga listrik hingga sekitar 80 persen dalam skenario berkendara perkotaan, sementara mesin bensin hanya turun tangan saat benar-benar diperlukan lewat mode hybrid series maupun parallel. Dominasi motor listrik ini turut berimbas pada interval servis yang lebih longgar, yakni cukup satu kali setahun, setiap 20.000 kilometer odometer, atau setiap 10.000 kilometer pemakaian mode hybrid, mana pun yang lebih dulu tercapai. Berdasarkan simulasi tiga tahun pemakaian, efisiensi biaya perawatan BYD M6 DM diklaim lebih hemat sekitar 30 persen dibandingkan kendaraan konvensional di segmen serupa.

BYD dual mode BYD M6 DM GIIAS 2026 Headline mobil BYD mobil hybrid
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKesuksesan Yayasan Astra Bawa UMKM Naik Kelas dan Industri Otomotif Makin Kuat Kembali Dipamerkan di GIIAS 2026
Next Article Sambangi Booth Hyundai GIIAS 2026, Menkeu Purbaya Cicipi Langsung Kenyamanan Kabin New PALISADE Hybrid
redaksi

Related Posts

Mobil Listrik Indonesia, Mana Teknologi yang Paling Tepat?

7 Agustus 2026 6:41 pm

Menuju Target Global 2030, Bosch Perkuat Ekosistem Keselamatan Otomotif di GIIAS 2026

7 Agustus 2026 2:03 pm

Dorong Standar Keselamatan, Mitsubishi Fuso Beri Sertifikasi 34 Karoseri Nasional

7 Agustus 2026 2:00 pm
Leave A Reply Cancel Reply

RSS GadgetDIVA
  • MR.D.I.Y. Kirim Seniman Indonesia ke Kompetisi Asia Tenggara
  • Baterai Tahan Seminggu dan Bebas Ribet, Ini 5 HP 4G Tombol Murah 300 Ribuan Terbaik Agustus 2026!
  • Sentuhan Mewah Mesin Meca-Quartz dan Dial Sunray, Timex Resmi Rilis Dua Seri MK1 Chronograph Terbaru!
  • Gemini Ambil Alih Google Assistant Mulai 4 September 2026
  • Tampil Elegan dengan Warna Baru, Fire-Boltt Resmi Buka Tabir HP Boltt Ace dan Evo!
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.