Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Senin, 14 September 2026 1:06 pm
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    Dibintangi Bintang Hollywood, Film Maserati: The Brothers Siap Potret Sejarah Rivalitas Mobil Sport

    7 September 2026 4:21 pm

    Dari Navigasi EV hingga Audio Spasial, Tren Teknologi Digital yang Mengubah Gaya Hidup Modern

    7 September 2026 4:14 pm

    Dorong Kesetaraan Gender, Hyundai Motor India Bidik 20 Persen Eksekutif Perempuan pada 2030

    7 September 2026 4:07 pm

    Luhut Dorong BYD Bangun Ekosistem Industri EV di RI

    3 September 2026 2:16 pm

    BYD Perkuat Manufaktur, Indonesia Bidik Basis Ekspor Mobil Listrik

    3 September 2026 12:22 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»News»Insentif Mobil Hybrid Tak Jelas, Penjualan Mobil Terancam Anjlok: Apa Kata Industri?
News

Insentif Mobil Hybrid Tak Jelas, Penjualan Mobil Terancam Anjlok: Apa Kata Industri?

firdaBy firda31 Juli 2024 8:24 pmTidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Hybrid
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Otodiva – Pemerintah Indonesia saat ini sedang mempertimbangkan pemberian insentif untuk mobil hybrid. Namun, hingga saat ini, detail mengenai kebijakan ini masih belum jelas. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri otomotif, yang khawatir bahwa ketidakpastian ini dapat mempengaruhi pasar.

Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), mengungkapkan bahwa ketidakjelasan mengenai insentif hybrid membuat konsumen cenderung memilih untuk menunggu sebelum membuat keputusan pembelian. Konsumen khawatir bahwa harga mobil yang mereka beli akan turun setelah mereka membelinya, jika insentif akhirnya diterapkan. “Saat ini, banyak calon pembeli yang bersikap ‘wait and see’ karena kekhawatiran tersebut,” jelas Frans dalam pesan WhatsApp yang diterima.

Fenomena ini, menurut Frans, mirip dengan situasi yang terjadi pada awal 2021 ketika pemerintah merencanakan program diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Diskon PPnBM diumumkan pada akhir 2020, tetapi baru diterapkan pada April 2021. Sebelum diskon ini berlaku, pasar otomotif mengalami penurunan signifikan.

“Saat itu, pasar otomotif juga mengalami penurunan sebelum diskon PPnBM diterapkan. Kami khawatir bahwa situasi serupa bisa terjadi lagi,” ujar Frans.

Frans menambahkan bahwa ketidakpastian mengenai insentif hybrid ini seharusnya dipahami sebagai upaya pemerintah untuk melindungi industri otomotif yang ada saat ini. Hybrid, menurutnya, adalah bagian dari teknologi mesin pembakaran, dan pemerintah harus memutuskan apakah akan lebih fokus pada mobil listrik atau tetap mendukung mobil hybrid.

“Hybrid adalah bagian dari mesin pembakaran. Keputusan pemerintah akan menentukan apakah mereka akan ‘berlari’ menuju mobil listrik atau ‘berjalan’ dengan mobil hybrid,” tambah Frans.

Meskipun demikian, Frans menegaskan bahwa Hyundai tetap akan mendukung keputusan pemerintah apapun yang diambil. “Hyundai akan mematuhi dan melaksanakan setiap kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal pengembangan mobil listrik di Tanah Air,” ucapnya.

Frans juga mengingatkan bahwa pemerintah Indonesia menargetkan ‘net zero carbon’ pada tahun 2060. Keberhasilan target ini sangat tergantung pada ketegasan pemerintah dalam menetapkan kebijakan di berbagai sektor, termasuk otomotif. “Hyundai berkomitmen untuk mematuhi dan menjalankan peraturan pemerintah, sebagaimana kami mendukung perkembangan mobil listrik di Indonesia,” tegasnya.

Dalam menghadapi ketidakpastian ini, pelaku industri otomotif berharap agar pemerintah segera memberikan kejelasan terkait insentif mobil hybrid. Hal ini akan membantu meredakan kekhawatiran konsumen dan menjaga stabilitas pasar otomotif yang vital bagi ekonomi negara.

Diskon PPnBM Headline Hyundai Indonesia insentif mobil hybrid kebijakan otomotif Mobil Listrik net zero carbon Pasar Otomotif penjualan mobil
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTesla Recall 1,8 Juta Mobil: Apa Penyebabnya?
Next Article Hyundai Ioniq 5 N: Apakah Bisa Dimodifikasi dari Ioniq 5 Standar?
firda

Related Posts

Perkuat Tren Gaya Hidup Rendah Karbon, Acer Perkenalkan e-Scooter Predator ES Thunder Pro

8 September 2026 5:28 pm

Dibintangi Bintang Hollywood, Film Maserati: The Brothers Siap Potret Sejarah Rivalitas Mobil Sport

7 September 2026 4:21 pm

Dari Navigasi EV hingga Audio Spasial, Tren Teknologi Digital yang Mengubah Gaya Hidup Modern

7 September 2026 4:14 pm
Leave A Reply Cancel Reply

RSS feed: GadgetDIVA GadgetDIVA
  • Motorola Edge 70 Neo Muncul di Geekbench, Bawa Snapdragon 7s Gen 3 dan Android 16
  • Ugreen Nexode Air Slim 100W Resmi Mendunia, Charger Tipis dengan Colokan Lipat
  • Pintu Futures Tumbuh 200%, Pintu Futures Lite Jadi Pendorong
  • Xiaomi HyperOS 4 Beta Global Mulai Digulirkan, 7 HP Ini Kebagian Update Lebih Dulu
  • Nothing OS 5.0 Beta Resmi Hadir di Phone (4a) Pro, 2 Fitur Baru Masih Absen
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.