Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Minggu, 20 September 2026 6:22 pm
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    Dibintangi Bintang Hollywood, Film Maserati: The Brothers Siap Potret Sejarah Rivalitas Mobil Sport

    7 September 2026 4:21 pm

    Dari Navigasi EV hingga Audio Spasial, Tren Teknologi Digital yang Mengubah Gaya Hidup Modern

    7 September 2026 4:14 pm

    Dorong Kesetaraan Gender, Hyundai Motor India Bidik 20 Persen Eksekutif Perempuan pada 2030

    7 September 2026 4:07 pm

    Luhut Dorong BYD Bangun Ekosistem Industri EV di RI

    3 September 2026 2:16 pm

    BYD Perkuat Manufaktur, Indonesia Bidik Basis Ekspor Mobil Listrik

    3 September 2026 12:22 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»News»Hyundai dan Kia Perkenalkan Vision Pulse untuk Deteksi Blind Spot Berbasis UWB
News

Hyundai dan Kia Perkenalkan Vision Pulse untuk Deteksi Blind Spot Berbasis UWB

Christopher LouisBy Christopher Louis3 Februari 2026 9:38 amTidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, OtoDiva – Hyundai Motor dan Kia kini mencoba menawarkan pendekatan berbeda lewat Vision Pulse, teknologi keselamatan baru yang memanfaatkan sinyal ultra wideband atau UWB. Alih alih hanya mengandalkan kamera atau sensor mahal, Vision Pulse dirancang untuk membaca posisi objek secara real time dengan presisi tinggi, bahkan ketika penglihatan pengemudi terhalang.

Teknologi ini masih berada pada tahap pengembangan dan uji coba, namun Hyundai dan Kia cukup percaya diri bahwa Vision Pulse bisa menjadi fondasi baru bagi sistem keselamatan generasi berikutnya. Meski begitu, efektivitasnya di jalan umum tetap menjadi hal yang perlu dibuktikan lebih lanjut.

Keselamatan berkendara masih menjadi salah satu tantangan terbesar di era mobilitas modern, terutama di lingkungan perkotaan yang semakin padat. Blind spot, pejalan kaki, dan kendaraan lain yang tertutup pandangan sering menjadi pemicu kecelakaan, meski kendaraan sudah dibekali berbagai sistem bantuan pengemudi.

Baca Juga: IIMS 2026 Perluas Skala Pameran dengan Pendekatan Gaya Hidup dan Teknologi

Cara Kerja Vision Pulse dan Klaim Akurasinya

Vision Pulse bekerja dengan memanfaatkan modul UWB yang terpasang di kendaraan. Sistem ini memancarkan sinyal dan mengukur waktu tempuhnya ke perangkat lain yang juga memiliki UWB, seperti kendaraan lain, ponsel, wearable, atau tracker tertentu. Dari data tersebut, posisi objek dihitung secara presisi dan potensi tabrakan dapat diprediksi lebih awal.

Hyundai dan Kia mengklaim akurasi sistem ini mencapai selisih maksimal 10 cm dalam radius 100 meter, dengan tingkat deteksi di atas 99 persen bahkan di kondisi cuaca buruk atau malam hari. Kecepatan komunikasinya juga diklaim sangat cepat, sekitar 1 sampai 5 milidetik, sehingga peringatan dapat diberikan hampir secara instan.

Keunggulan lain yang ditonjolkan adalah efisiensi biaya. Dengan memanfaatkan UWB yang sudah banyak digunakan, Vision Pulse diklaim bisa mengurangi ketergantungan pada sensor seperti LiDAR dan radar yang masih tergolong mahal untuk produksi massal.

Peluang Besar, Tantangan Masih Menunggu

Di atas kertas, Vision Pulse membuka peluang besar, terutama untuk skenario kompleks seperti persimpangan kota, area industri, hingga situasi darurat. Hyundai dan Kia bahkan melihat potensi penerapannya di gudang, pelabuhan, serta respons bencana untuk mendeteksi keberadaan manusia di balik reruntuhan.

Namun, teknologi ini juga memiliki keterbatasan. Vision Pulse bergantung pada keberadaan modul UWB di objek sekitar. Artinya, efektivitasnya bisa menurun jika pejalan kaki atau kendaraan lain tidak memiliki perangkat yang kompatibel. Standarisasi dan adopsi massal menjadi tantangan utama sebelum teknologi ini benar benar siap digunakan secara luas.

Selain itu, integrasi Vision Pulse dengan sistem bantuan pengemudi lain juga perlu diuji secara menyeluruh. Tanpa kalibrasi yang matang, risiko peringatan palsu atau informasi berlebihan tetap ada. Vision Pulse terlihat menjanjikan, tetapi jalan menuju penerapan komersialnya masih cukup panjang.

bocoran mobil Hyundai Headline Kia mobil Mobil Listrik Vision Pulse
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIIMS 2026 Perluas Skala Pameran dengan Pendekatan Gaya Hidup dan Teknologi
Next Article IIMS 2026: New Honda WR-V Disasar First-Time SUV Buyer, Lebih Lengkap dari Segi Fitur
Christopher Louis
  • Instagram

Writer at OtoDiva.id & Gizmologi.id | Petrol Head | Motorsports Freak

Related Posts

Perkuat Tren Gaya Hidup Rendah Karbon, Acer Perkenalkan e-Scooter Predator ES Thunder Pro

8 September 2026 5:28 pm

Dibintangi Bintang Hollywood, Film Maserati: The Brothers Siap Potret Sejarah Rivalitas Mobil Sport

7 September 2026 4:21 pm

Dari Navigasi EV hingga Audio Spasial, Tren Teknologi Digital yang Mengubah Gaya Hidup Modern

7 September 2026 4:14 pm
Leave A Reply Cancel Reply

RSS feed: GadgetDIVA GadgetDIVA
  • 51 Tahun Polytron, Menjaga Relevansi dan Terus Bertumbuh
  • Xiaomi Mijia Electric Shaver S101 Resmi Dibuka untuk Crowdfunding
  • OnePlus Ace 7 Series Dikabarkan Punya Kipas Pendingin Aktif, Gaming Makin Stabil
  • Tips Memilih Kapasitas RAM Sesuai Kebutuhan
  • Komdigi Siapkan Sisa Spektrum 700 MHz untuk Pertahanan, Ini Rincian Alokasinya
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.