Close Menu
Otodiva
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Our Family:
  • Gadgetdiva
  • Traveldiva
  • Gizmologi
Kamis, 6 Agustus 2026 3:58 am
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
Otodiva
  • HOME
  • NEWS

    Kesuksesan Yayasan Astra Bawa UMKM Naik Kelas dan Industri Otomotif Makin Kuat Kembali Dipamerkan di GIIAS 2026

    5 Agustus 2026 1:40 pm

    Akselerasi Logistik Ramah Lingkungan, Fuso eCanter Resmi Jadi Armada Baru PT Fastana Logistik Indonesia

    5 Agustus 2026 12:21 pm

    GIIAS 2026 Jadi Tempat Seru Anak Belajar Keuangan

    4 Agustus 2026 11:57 am

    ACC-TAF Permudah Kredit Mobil di GIIAS 2026

    1 Agustus 2026 7:26 am

    Perkuat Pertukaran Budaya, Program Happy Move Hyundai 2026 Satukan Mahasiswa Korea dan Indonesia

    30 Juli 2026 9:28 pm
  • RODA 4
  • RODA 2
  • Tips
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
    • Indonesia
    • Chinese
    • Japan
Otodiva
You are at:Home»News»Kesuksesan Yayasan Astra Bawa UMKM Naik Kelas dan Industri Otomotif Makin Kuat Kembali Dipamerkan di GIIAS 2026
News

Kesuksesan Yayasan Astra Bawa UMKM Naik Kelas dan Industri Otomotif Makin Kuat Kembali Dipamerkan di GIIAS 2026

herningBy herning5 Agustus 2026 1:40 pmTidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

OtoDiva,Tangerang — Kemajuan industri otomotif ternyata tidak hanya ditentukan oleh pabrikan besar atau teknologi kendaraan terbaru. Di balik sebuah mobil yang dipasarkan ke konsumen, ada ribuan komponen yang diproduksi oleh jaringan pemasok atau supplier dari berbagai tingkatan. Inilah yang menjadi perhatian Yayasan Astra dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Melalui tema “Yayasan Astra Dukung Ekosistem Industri Otomotif”, Yayasan Astra menghadirkan kolaborasi antara Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA)dan ASTRAtech untuk menunjukkan bagaimana pembinaan UMKM serta pendidikan vokasi mampu memperkuat industri otomotif nasional dari hulu hingga hilir.

Dalam konferensi pers di Booth Yayasan Astra, Selasar Convention Hall, Hall Nusantara ICE BSD, Selasa (4/8), hadir Ketua Pengurus Yayasan Astra–YDBA Rahmat Samulo, Direktur ASTRAtech Henri Paul, Pemilik PT Arkha Industries Indonesia Mad Ali Haris, serta alumni Program Astra Meister Wisnu Prasetyo.

Booth Yayasan Astra juga mendapat perhatian dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang melihat langsung hasil pembinaan UMKM manufaktur dan pengembangan SDM vokasi yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

Industri Otomotif Kuat Dimulai dari UMKM dan Komponen Lokal

Rahmat Samulo menjelaskan, negara-negara dengan industri otomotif maju seperti Jepang, Korea Selatan, China hingga Taiwan memiliki satu kesamaan, yakni rantai pasok yang kuat dari perusahaan besar hingga pemasok komponen skala kecil.

Menurutnya, Indonesia juga harus membangun struktur yang sama agar industri otomotif tidak bergantung pada komponen impor.

“Kalau kita tidak membangun supplier tier 2, tier 3, dan tier 4, industrinya tidak akan kuat. Sebab, subkomponen akan terus diimpor, padahal kita membutuhkan komponen lokal yang kompetitif,” ujar Rahmat.

Karena itulah Yayasan Astra fokus membina usaha kecil dan menengah agar mampu memenuhi standar industri otomotif. Pendampingan tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga membangun mentalitas bisnis dan budaya kerja yang disiplin.

Para pelaku UMKM dibimbing menerapkan standar Quality, Cost, Delivery (QCD) agar mampu menghasilkan berkualitas, efisien, serta tepat waktu. Setelah memenuhi standar tersebut, mereka berpeluang menjadi pemasok bagi perusahaan komponen maupun produsen otomotif.

Rahmat mengungkapkan, proses tersebut tidak instan. Dari sekitar seribu UMKM yang pernah mengikuti pembinaan, hanya sekitar 400 perusahaan yang berhasil masuk ke rantai pasok industri otomotif.

Meski demikian, hasilnya sangat signifikan. Hingga 2025, sekitar 400 UMKM binaan telah memproduksi lebih dari 1.700 jenis komponen dengan nilai transaksi mencapai Rp5 triliunkepada perusahaan-perusahaan di Grup Astra.

“Orang sering hanya melihat hasil akhirnya. Padahal proses membangun mentalitas, kualitas, efisiensi biaya, dan konsistensi produksi membutuhkan waktu bertahun-tahun,” jelas Rahmat.

Selain manufaktur, Yayasan Astra juga membina bengkel umum, pelaku kerajinan, kuliner, hingga pertanian. Bahkan kini YDBA mulai mengembangkan program Training for Trainer, yakni melatih para pendamping UMKM agar semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan pembinaan berkualitas di berbagai daerah.

Salah satu kisah sukses yang ditampilkan di GIIAS berasal dari PT Arkha Industries Indonesia. Pemilik perusahaan, Mad Ali Haris, menceritakan bahwa saat memulai usaha, Arkha hanya memiliki area produksi sekitar 3.000 meter persegi dengan sekitar 60 pekerja. Saat itu perusahaan masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kualitas produk yang belum konsisten, keterlambatan pengiriman, hingga pengelolaan biaya produksi.

“Titik baliknya terjadi setelah kami dibina Yayasan Astra–YDBA pada 2022. Kami mendapatkan pelatihan mengenai kualitas, efisiensi biaya, pengelolaan produksi hingga manajemen keuangan,” ujar Ali.

Pendampingan tersebut membuat Arkha mampu memenuhi standar industri otomotif hingga dipercaya menjadi pemasok Tier 1 PT Astra Komponen Indonesia (ASKI).

Perusahaan yang semula beromzet di bawah Rp2 miliar per tahun dengan karyawan 60 orang, kini berkembang menjadi usaha menengah dengan omzet mencapai Rp34,96 miliar, mempekerjakan lebih dari 220 karyawan, serta memiliki fasilitas produksi seluas sekitar 17.000 meter persegi.

Menurut Ali, keberhasilan menjadi pemasok Astra juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan otomotif lain karena standar kualitas yang telah dimiliki menjadi nilai tambah di industri.

ASTRAtech Cetak Talenta Industri Berstandar Global

Selain membangun UMKM, Yayasan Astra juga memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui ASTRAtech.

Direktur ASTRAtech Henri Paul mengatakan industri otomotif membutuhkan ekosistem yang saling terhubung antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Karena itu ASTRAtech menerapkan konsep Dual System, yakni mahasiswa belajar langsung dengan suasana industri sejak hari pertama kuliah.

“Kami ingin mahasiswa merasakan budaya industri sejak awal. Sekitar 70 persen pembelajaran berupa praktik, materi disusun bersama industri, dan pada tahun terakhir mereka menjalani magang, termasuk di IKM binaan Yayasan Astra–YDBA,” kata Henri.

ASTRAtech juga menggandeng berbagai asosiasi nasional maupun internasional. Salah satu program unggulannya adalah Bachelor Professional Automotive Mechatronics atau Astra Meister, program berstandar Jerman yang bekerja sama dengan Handwerkskammer (HWK) Koblenz, ZDK Jerman, dan AHK-EKONID.

Program tersebut tidak hanya membekali peserta dengan kompetensi teknis, tetapi juga kepemimpinan, strategi bisnis, pelayanan pelanggan, hingga kemampuan menghadapi transformasi digital di industri otomotif.

Henri menambahkan, ASTRAtech kini juga memperkuat pembelajaran mengenai digital transformation agar lulusan siap menghadapi perkembangan teknologi, otomatisasi, hingga elektrifikasi kendaraan.

Keberhasilan program tersebut dirasakan langsung oleh Wisnu Prasetyo, alumni Astra Meister yang kini menjabat sebagai Workshop Supervisor PT Astra International Tbk – BMW Sales Operation.

“Saya tidak hanya belajar soal teknologi otomotif, tetapi juga kepemimpinan, cara berpikir strategis, dan pelayanan kepada pelanggan. Bekal itulah yang membantu perjalanan karier saya dari Technical Advisor hingga dipercaya menjadi Workshop Supervisor,” ujar Wisnu.

Menariknya, Rahmat juga optimistis perubahan menuju kendaraan listrik tidak akan mengurangi peluang UMKM binaan. Menurutnya, sebagian besar UMKM memproduksi komponen interior, eksterior, rem, maupun komponen lain yang tetap dibutuhkan pada kendaraan listrik.

“Justru kami berharap nilai transaksi UMKM terus meningkat sehingga semakin banyak usaha kecil yang naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif nasional,” pungkasnya.

ASTRAtech GIIAS 2026 Industri Otomotif komponen lokal PT Arkha Industries rantai pasok SDM Vokasi UMKM Otomotif Yayasan Astra YDBA
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAkselerasi Logistik Ramah Lingkungan, Fuso eCanter Resmi Jadi Armada Baru PT Fastana Logistik Indonesia
herning

Related Posts

Akselerasi Logistik Ramah Lingkungan, Fuso eCanter Resmi Jadi Armada Baru PT Fastana Logistik Indonesia

5 Agustus 2026 12:21 pm

GIIAS 2026 Jadi Tempat Seru Anak Belajar Keuangan

4 Agustus 2026 11:57 am

Dari EV hingga Promo Eksklusif, Hyundai Hadirkan Pengalaman Booth Paling Lengkap di GIIAS 2026

2 Agustus 2026 7:09 pm
Leave A Reply Cancel Reply

RSS GadgetDIVA
  • Mengusung Baterai Monster 8.580 mAh dan Kamera 200 MP, Redmi K100 Pro Siap Guncang Pasar Smartphone Flagship!
  • DTI-CX 2026 Kejar Lompatan 5G, Keamanan Siber, hingga Kedaulatan Digital RI
  • Sharp AIREST AC Sekaligus Air Purifier dengan Filter MERV 14
  • Bawa Layar Jumbo 115 Inci dan Fitur AI Cerdas, LG Resmi Luncurkan Lini TV AI 2026!
  • Uji Nyaris Ekstrem! Begini Performa Perdana Snapdragon 8 Elite Gen5V di Redmi K100 Pro
© 2026 Otodiva, Online media for ladies auto enthusiast. Powered by PT Konten Cipta Kreatif.
  • Home
  • Tentang Otodiva
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Ad Blocker Enabled?
Ad Blocker Enabled?
Iklan membantu Otodiva untuk terus menghadirkan konten berkualitas. Dukung kami dengan menonaktifkan Adblocker.